Sunday, April 7, 2019

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pendapatan Nasional

Tingkat pendapatan nasional antara negara yang satu dengan negara lainnya berbeda. Besarnya pendapatan nasional tidak selalu sama dari satu tahun ke tahun-tahun lainnya. Hal ini disebabkan lantaran ada banyak sekali macam faktor yang mempengaruhi besarnya pendapatan nasional. Beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan nasional antara lain yaitu kualitas sumebr daya manusia, potensi sumber daya alam, jumlah modal yang digunakan, perkembangan teknologi, stabilitas keamanan, faktor kondisi geografis dan geologis, kebijakan pemerintah sampai tingkat konsumsi dan tabungan masyarakat. Berikut ini klarifikasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional tersebut.

Kualitas Sumber Daya Manusia 

Negara yang mempunyai sumber daya insan (SDM) yang berkualitas tinggi tentu akan mempunyai pendapatan nasional  yang tinggi pula. Jepang dikenal sebagai negara yang mempunyai kualitas SDM yang tinggi. Walaupun Jepang tidak mempunyai banyak potensi sumber daya alam jikalau dibandingkan dengan Indonesia, tetapi lantaran kualitas SDM-nya tinggi maka Jepang bisa menghasilkan pendapatan nasional yang tinggi pula sehingga tergolong sebagai negara maju. Ciri-ciri SDM yang mempunyai kualitas tinggi adalah: 
1) mempunyai bekal ilmu pengetahuan yang tinggi; 
2) mempunyai etos kerja yang baik (rajin, disiplin, jujur, sempurna waktu, dan lain- lain); 
3) mempunyai tingkat keterampilan yang baik; 
4) menguasai teknologi dan informasi  (seperti teknologi komputer, internet, dan bioteknologi). 
5) menyukai tantangan dan perubahan. 

Jika dibandingkan dengan faktor-faktor lain yang bisa memengaruhi besar kecilnya pendapatan nasional, faktor kualitas SDM mempunyai peranan yang paling besar dalam memilih besar kecilnya pendapatan nasional. Karena, jikalau kualitas SDM baik maka sanggup dipastikan pengelolaan dan pengendalian faktor-faktor lain untuk mencapai kemakmuran sanggup terealisasi dengan baik.

Potensi Sumber Daya Alam 

Negara yang mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah jikalau dikelola  dengan baik akan menghasilkan pendapatan nasional yang tinggi. Seperti halnya Indonesia, sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam tentu akan mempunyai pendapatan nasional yang tinggi, seandainya potensi sumber daya alam dikelola dengan baik dan bertanggung jawab.

Jumlah Modal yang Digunakan 

Jika suatu negara mempunyai modal yang cukup untuk mengolah sumber daya alam yang tersedia, tentu pendapatan nasional negara tersebut akan meningkat. Sebaliknya, jikalau suatu negara kekurangan modal maka pendapatan nasional negara tersebut tidak optimal. Pada umumnya, jikalau suatu negara kekurangan modal (baik modal barang menyerupai mesin, maupun modal uang) maka negara tersebut akan mengundang investor absurd untuk menanamkan modalnya, biasanya dalam bentuk pendirian perusahaan-perusahaan. Akan tetapi, jikalau suatu negara mempunyai banyak modal (terutama negara- negara maju) maka negara tersebut akan menanamkan sebagian modalnya ke negara lain yang diinginkannya. 

Negara yang dijadikan tujuan penanaman modal oleh investor absurd umumnya mempunyai syarat-syarat sebagai berikut: 
1) mempunyai SDA  (Sumber Daya Alam) yang memadai; 
2) keamanan dalam negeri terjamin; 
3) mempunyai undang-undang ketenagakerjaan yang kondusif; 
4) lebih disukai yang mempunyai tenaga kerja dengan upah yang murah; 
5) mempunyai pemerintahan yang baik dan kuat (stabil); 
6) penegakan aturan berjalan lancar; dan 
7) birokrasi yang tidak bertele-tele dalam penanaman modal asing.

Tingkat Teknologi yang Digunakan 

Dengan teknologi sederhana, jumlah barang dan jasa yang dihasilkan relatif lebih sedikit. Akan tetapi dengan teknologi modern, jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tentu lebih banyak. Dengan demikian, penggunaan teknologi yang lebih modern akan meningkatkan perolehan pendapatan nasional.

 Tingkat pendapatan nasional antara negara yang satu dengan negara lainnya berbeda Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Nasional

Stabilitas Keamanan

Stabilitas keamanan yang jelek akan sangat kuat terhadap pencapaian pendapatan nasional suatu negara. Misalnya, jikalau sering terjadi kerusuhan, demonstrasi disertai kekerasan, peledakan bom, terorisme, perang antar suku, dan gerakan separatis, akan menjadikan berkurangnya pencapaian pendapatan nasional. Sebaliknya, jikalau stabilitas keamanan baik tentu akan mendorong acara perekonomian sehingga jumlah pendapat- an nasional akan meningkat.

Kebijakan Pemerintah 

Kebijakan pemerintah sangat kuat terhadap pencapaian pendapatan nasional. Jika suatu negara mempunyai pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan berkualitas maka pemerintah negara tersebut niscaya akan menciptakan kebijakan-kebijakan yang tepat, baik kebijakan di bidang politik maupun ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang sempurna dan  disertai pelaksanaan yang bertanggung jawab tentu akan kuat pada naiknya pendapatan nasional.

Keadaan Geografis dan Geologis 

Suatu negara dengan letak geografis dan geologis tertentu, berisiko mengalami musibah yang berulang setiap tahunnya. Bencana alam menyerupai gempa bumi, topan, dan banjir, yang terjadi berulang-ulang akan merusak sarana dan prasarana yang ada. Kerusakan tersebut tentu berdampak pada berkurangnya pencapaian pendapatan nasional. Sebaliknya, negara yang tidak pernah (jarang) tertimpa peristiwa alam, tidak akan mengalami kerusakan-kerusakan yang berakibat pada berkurangnya pendapatan nasional.

Pendapatan nasional Indonesia ketika ini berada pada tahap yang sedang berkembang. Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah lantaran keadaan geologis dan geografisnya yang sangat baik. Akan tetapi, perkembangan teknologi dan rendahnya kualitas sumber daya insan menjadikan masyarakat Indonesia hanya bisa melihat pihak absurd mengelola sumber daya alam yang ada dan kita hanya menerima sebagian kecil dari laba tersebut.

Oleh lantaran itu, maka untuk meningkatkan pendapatan nasional Indonesia, maka ada dua langkah yang perlu ditempuh. Langkah pertama yaitu dengan meningkatkan kualitas sumber daya insan dengan cara menunjukkan pendidikan dan pembinaan yang berkualitas. Langkah kedua yaitu mempunyai perkembangan pesar dalam teknologi, sehingga kita tidak perlu mengandalkan dukungan absurd untuk mengelola sumber daya alam kita yang begitu melimpah semenjak diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Load comments