Sunday, January 19, 2020

Pengertian Sosiologi Berdasarkan Para Ahli

Pengertian sosiologi secara umum adalah ilmu yang mempelajari sikap sosial, gejala-gejala sosial, dan tindakan-tindakan sosial yang dilakukan oleh individu atau masyarakat dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Definisi sosilogi ini didasarkan pada objek sosiologi, ciri sosiologi dan sejarah perkembangan sosiologi.

Sosiologi berusaha mengkaji drama kehidupan sosial insan terutama perihal tindakan-tindakan insan baik tindakan individual, tindakan kelompok, tindakan yang lazim, maupun tindakan yang tidak lazim.

Untuk mengetahui definisi sosiologi dengan baik, maka berikut ini yaitu beberapa pengertian sosiologi yang dikemukakan oleh para jago sosiologi terkemuka di dunia.

Pengertian sosiologi berdasarkan Charles Ellwood, sosiologi merupakan pengetahuan yang menguraikan kekerabatan insan dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya.

Gustav Ratzenhofer mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan perihal kekerabatan insan dengan kewajibannya untuk memeriksa dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.

Emile Durkheim menyatakan bahwa sosiologi yaitu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yaitu fakta-fakta yang berisikan cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di dalam individu. Fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu

Max webber mendefinisikan sosilogi sebagai ilmu yang mempelajari tindakan-tindakan sosial.

Definisi sosiologi berdasarkan Pitrim A. Sorokin yaitu suatu ilmu yang mempelajari kekerabatan dan imbas timbal balik  antara berbagai gejala-gejala sosial (misalnya tanda-tanda ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, aturan dengan ekonomi), kekerabatan dan imbas timbal balik antara tanda-tanda sosial dan non-sosial (misalnya pengungsian dengan peristiwa alam), dan ciri-ciri umum dari semua jenis-jenis tanda-tanda sosial.

William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkof memperlihatkan pengertian sosiologi sebagai ilmu perihal penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial dan alhasil yaitu organisasi sosial.

Joseph Roucek dan Warren mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari kekerabatan antarmanusia di dalam kelompok.

Selo Soemardjan dan Sulaiman Sumardi menyampaikan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

Definisi sosiologi berdasarkan Soerjono Soekanto yaitu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan kekerabatan antara orang-orang di dalam masyarakat.

Mayor Polak menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni antarhubungan di antara insan dengan manusia, insan dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, statis maupun dinamis.

Hasan Shaidly menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat yang memeriksa ikatan-ikatan antarmanusia yang menguasai kehidupan itu.

Berdasarkan pengertian-pengertian sosiologi berdasarkan para jago di atas, maka kita sanggup menyimpulkan bahwa sosiologi yaitu ilmu pengetahuan yang objek studinya yaitu masyarakat. Sosiologi memusatkan kajiannya pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut. Adat istiadat, tradisi, nilai-nilai hidup suatu kelompok, pengaruhnya terhadap kehidupan kelompok, proses interaksi di antara kelompok dan perkembangan lembaga-lembaga sosial merupakan perhatian sosiologi.

adalah ilmu yang mempelajari sikap sosial Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli


Demikianlah klarifikasi mengenai pengertian sosiologi berdasarkan para ahli. Semoga goresan pena ini bermanfaat untuk kita semua.

Saturday, January 18, 2020

Objek Sosiologi Dan Pokok Bahasan Sosiologi

Kita semua tahu bahwa sosiologi mempunyai kekerabatan bersahabat dengan masyarakat. Ilmu sosiologi banyak membahas gejala-gejala sosial, aktivitas-aktivitas atau tindakan-tindakan sosial, dan fakta-fakta sosial yang ada di dalam masyarakat. Yang menjadi pertanyaan ketika ini ialah apakah kita tahu objek sosiologi dan pokok bahasan sosiologi ?

Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai objek sosiologi dan pokok bahasan sosiologi. Berikut ini ialah penjelasannya:


Objek sosiologi


Istilah sosiologi berasal dari kata socius dan logos. Socius berarti mitra dan logos berarti kata atau berbicara. Dengan demikian, ilmu sosiologi berarti ilmu yang berbicara mengenai masyarakat. Sebagai kepingan dari ilmu sosial, objek sosiologi ialah masyarakat.

Sosiologi memfokuskan diri pada hubungan-hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut di dalam masyarakat. Masyarakat sebagai objek studi sosiologi menunjuk pada sejumlah insan yang telah sekian usang hidup bersama dan mereka membuat banyak sekali peraturan hidup sehingga membentuk kebudayaan. 

Ada beberapa unsur yang terkandung dalam istilah masyarakat ini, yakni :
  1. Sejumlah insan yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama. Di dalamnya insan saling mengerti dan merasa dan mempunyai harapan-harapan sebagai akhir dari hidup bersama itu. Terdapat sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur kekerabatan antarmanusia dalam masyarakat tersebut.
  2. Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu kesatuan.
  3. Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu sitem hidup bersama, yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan di mana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya.



Pokok bahasan sosiologi


Untuk mengetahui apa saja yang menjadi pokok bahasan sosiologi, terlebih dahulu kita perlu melihat beberapa pandangan dari tokoh-tokoh sosiologi mengenai hal tersebut. Dua tokoh perintis yang akan dibahas ialah Emile Durkheim dan Max Webber, sedangkan tokoh masa sekarang diwakili oleh C. Wright Mills dan Peter L. Berger.


Pokok bahasan sosiologi berdasarkan Emile Durkheim


Menurut Durkheim, pokok pembahasan sosiologi ialah fakta-fakta sosial. Yang dimaksud dengan fakta-fakta sosial ialah pola-pola atau sistem yang mempengaruhi cara insan bertindak, berpikir, dan merasa. Fakta sosial tersebut berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Contoh, di sekolah murid diwajibkan untuk tiba sempurna waktu, memakai seragam dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan yang mempunyai hukuman tertentu jikalau dilanggar.

Dari pola tersebut bisa dilihat adanya sistem yang mempengaruhi cara berpikir, bertindak, dan merasa, yang bersifat memaksa dan mengendalikan si individu (murid). Contoh lain mengenai fakta sosial ialah pembagian kerja (division of labour). 

Dalam masyarakat terdapat spesialisasi aspek kehidupan, menyerupai bidang ekonomi, pendidikan, politik, hukum, atau kesenian yang berada di luar individu dan bersifat mengendalikan dan memaksa individu. Kita bertindak harus sesuai aturan-aturan yang terdapat dalam aspek-aspek tersebut. Sebagai contoh, seorang pelajar harus tiba ke sekolah dan mencar ilmu sebagaimana aturan pendidikan mensyaratkannya.


Pokok bahasan sosiologi berdasarkan Max Webber


Menurut Webber, pokok kajian sosiologi ialah tindakan sosial. Namun, tidak semua tindakan insan sanggup dianggap sebagai tindakan sosial. Suatu tindakan disebut tindakan sosial hanya jikalau tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan sikap orang lain. 

Sebagai  contoh, menanam bunga untuk kesenangan eksklusif bukan merupakan tindakan sosial. Namun, mananam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba untuk mendapat perhatian orang lain merupakan tindakan sosial. Contoh lain, orang yang bunuh diri lantaran penyakit menahun bukan merupakan tindakan sosial. Namun, bunuh diri lantaran mencuri sehingga merasa bersalah pada orang tuanya merupakan tindakan sosial.

Max Webber ingin menekankan bahwa tindakan tertentu sanggup mempunyai makna subjektif bagi pelakunya. Guna memahami makna subjektif dari tindakan individu tersebut, seorang psikolog harus bisa melaksanakan tenggang rasa (merasa sama senasib sepenanggungan dengan orang lain). Dia harus sanggup menempatkan dirinya pada posisi pelaku sehingga sanggup menghayati pengalamannya.


Pokok bahasan sosiologi berdasarkan Wright Mills


Pokok bahasan sosiologi berdasarkan C. Wright Mills populer dengan sebutan khayalan sosiologis (the sosiological imagination). Khayalan sosiologis ini diharapkan untuk sanggup memahami apa yang terjadi di dalam masyarakat maupun apa yang ada di dalam diri manusia. Menurut Mills, dengan khayalan sosiologis, kita bisa memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan kekerabatan antara keduanya.

Alat untuk melaksanakan khayalan sosiologis ialah personal troubles of milieu dan public issues of social structure. Personal troubles or milieu ialah permasalahan eksklusif individu dan merupakan bahaya terhadap nilai-nilai pribadi, sedangkan public issues of social structure merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan eksklusif individu.

Sebagai contoh, jikalau suatu kawasan hanya mempunyai satu orang yang menganggur, maka pengangguran tersebut ialah personal trouble. Masalah individual ini pemecahannya bisa dengan peningkatan skil pribadi. Sementara jikalau di suatu kota ada 5 juta penduduk yang menganggur dari 10 juta penduduk yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan public issue yang pemecahannya menuntut kajian yang lebih luas.


Pokok bahasan sosiologi berdasarkan Peter L. Berger


Pokok bahasan sosiologi berdasarkan Peter Berger ialah pengungkapan realitas sosial. Seorang sosiolog harus bisa menyingkap banyak sekali tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiolog tersebut harus mengakui aturan-aturan ilmiah dan melaksanakan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, pengamatan tabir secara jeli, dan menghindari evaluasi normatif. Hal ini disebabkan lantaran realitas sosial ialah sebuah bentukan dan bukan merupakan sesuatu yang ada begitu saja.

 Kita semua tahu bahwa sosiologi mempunyai kekerabatan bersahabat dengan masyarakat Objek Sosiologi dan Pokok Bahasan Sosiologi


Demikianlah klarifikasi mengenai objek sosiologi dan pokok bahasan sosiologi. Semoga goresan pena ini bermanfaat untuk kita semua.  

Friday, January 17, 2020

Kegunaan Sosiologi Dan Tugas Sosiolog

Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai kegunaan sosiologi dan peran sosiolog dalam ilmu sosiologi.


Kegunaan sosiologi


Dalam setiap bidang ilmiah terdapat perbedaan antara ilmu murni dan ilmu terapan. Ilmu murni (pure science) merupakan pencarian pengetahuan. Segi penggunaan praktisnya bukan merupakan perhatian utama. Ilmu terapan (applied science) merupakan pencarian cara-cara untuk memakai pengetahuan ilmiah guna memecahkan persoalan praktis.

Seorang mahir sosiologi yang melaksanakan penelitian perihal struktur sosial suatu masyarakat miskin, sedang bekerja sebagai seorang ilmuwan murni. Akan tetapi, dikala hal ini diteruskan dengan studi perihal cara mencegah kejahatan di tempat miskin, maka hal ini menjadi ilmu terapan.

Bila diteliti secara mendalam, sosiologi merupakan ilmu murni dan ilmu terapan. Pengetahuan sosiologi telah diterapkan secara umum. Banyak sosiolog yang dipekerjakan dalam instansi-instansi negara maupun dengan menjadi konsultan banyak sekali macam perencanaan pembangunan. Dalam hal ini, tentunya tugas sosiolog sangat dibutuhkan terutama yang berkaitan dengan penelitian, pengolahan data, dan perencanaan kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Kegunaan sosiologi bagi masyarakat ialah sebagai berikut :


1. Untuk pembangunan

Sosiologi mempunyai kegunaan untuk menawarkan data sosial yang diharapkan pada tahap perencanaan pelakasanaan maupun evaluasi pembangunan. Pada tahap perencanaan, yang harus diperhatikan ialah apa yang menjadi kebutuhan sosial. Pada tahap pelaksanaan yang harus dilihat ialah kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahan sosialnya. Sementara itu, pada tahap penelitian yang harus dilakukan ialah analisis terhadap imbas atau dampak sosial pembangunan tersebut.


2. Untuk penelitian

Dengan penelitian dan penyelidikan sosiologis, akan diperoleh suatu perencanaan atau pemecahan persoalan sosial yang baik. Di negara yang sedang membangun, tugas sosiolog sangat dibutuhkan. Dari data yang dihasilkan oleh penelitian sosiologis, para pengambil keputusan sanggup menyusun planning dan pemecahan suatu persoalan sosial. Contohnya, cara pencegahan kenakalan dewasa dan cara meningkatkan kembali rasa solidaritas antarwarga.



Peran sosiolog


Sebagai mahir ilmu kemasyarakatan, para sosiolog tentu saja sangat berperan dalam pembangunan masyarakat di suatu daerah, terutama di tempat yang sedang berkembang. Bentuk-bentuk tugas para mahir tersebut sanggup kita gambarkan sebagai berikut :

Peran sosiolog sangat dibutuhkan terutama yang berkaitan dengan penelitian, pengolahan data, dan perencanaan kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.


Peran sosiolog sebagai mahir riset


Seperti semua ilmuwan lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Untuk itu, para sosiolog melaksanakan riset ilmiah untuk mencari data perihal kehidupan sosial suatu masyarakat. Data itu lalu diolah menjadi suatu karya ilmiah yang mempunyai kegunaan bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat.

Dalam kaitan dengan hal ini, seorang sosiolog harus bisa menjernihkan banyak sekali anggapan keliru yang berkembang dalam masyarakat. Dari hasil penelitiannya, sosiolog harus bisa menghadirkan kebenaran-kebenaran semoga dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam masyarakat sanggup dihindari. Berdasarkan hal itu pula, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada pola-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi.


Peran sosiolog sebagai konsultan kebijakan 


Ramalan sosiologi sanggup pula membantu memperkirakan imbas kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap keputusan kebijakan ialah suatu ramalan. Artinya, kebijakan yang diambil dengan suatu impian menghasilkan imbas atau dampak yang diinginkan. Namun, sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi impian tersebut.

Salah satu faktornya ialah ketidakteraturan kesimpulan atau dugaan yang salah terhadap permasalahannya. Contohnya, apakah kebijakan pemerintah DKI Jakarta melaksanakan penggusuran di wilayah bantaran sungai akan mengurangi resiko banjir ? apakah penutupan lokalisasi pealcuran di Keramat Tunggak dan menggantinya dengan sentra acara keagamaan bisa menghilangkan pelacuran ?


Peran sosiolog sebagai teknisi


Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan acara masyarakat. Mereka memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian banyak sekali hubungan dalam masyarakat, hubungan antarkaryawan, persoalan moral, maupun hubungan antarkelompok dalam suatu organisasi.

Dalam kedudukan ibarat ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuwan terapan (applied scientist). Mereka dituntut untuk memakai pengetahuan ilmiahnya dalam mencari nilai-nilai tertentu, ibarat efisiensi kerja atau efektivitas suatu agenda atau kebijakan masyarakat.



Peran sosiolog sebagai guru atau pendidik


Dalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan objektif. Contohnya, dalam menyajikan data perihal persoalan kemiskinan, seorang sosiolog dihentikan membuat anggapan sebagai pendukung suatu proyek atau acara tertentu atau mengubahnya sehingga terkesan reformis, konservatif, dan sebagainya.

Sosiolog sanggup menyajikan contoh-contoh kasatmata perihal bagaimana keterlibatan mereka dalam pemecahan persoalan sosial. Keterlibatan mereka dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bersifat membangun serta memperlihatkan apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut.

 Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai  Kegunaan Sosiologi dan Peran Sosiolog


Demikianlah klarifikasi mengenai kegunaan sosiologi dan peran sosiolog di dalam masyarakat. Semoga goresan pena ini bermanfaat untuk kita semua.  

Thursday, January 16, 2020

Hubungan Sosiologi Dengan Ekonomi, Ilmu Sejarah, Antropologi, Dan Ilmu-Ilmu Pasti

Sosiologi dan Ekonomi


Ekonomi mempelajari usaha-usaha insan dalam memenuhi impian dan kebutuhan materiilnya, sementara sosiologi mempelajari unsur-unsur dalam masyarakat secara keseluruhan. Contoh, ilmu ekonomi berusaha memecahkan masalah bagaimana menaikkan nilai rupiah terhadap dollar Amerika dengan cara menurunkan suku bunga bank.

Berbeda dengan ekonomi, ilmu sosiologi melihat masalah ini dengan lebih luas lagi yang melibatkan banyak sekali unsur masyarakat, menyerupai perjuangan kecil menengah, hukum, pemberdayaan ekonomi rakyat, kondisi eksklusif individual (seperti etos kerja dan kompetisi), dan struktur kekuasaan.


Sosiologi dan ilmu sejarah


Sosiologi dan sejarah merupakan ilmu sosial yang mempelajari insiden dan hubungan yang dialami insan sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Sejarah melihat banyak sekali insiden atau insiden yang dialami insan pada periode silam dan mencari hubungan antarperistiwa tersebut.

Selain itu, sejarah juga berfungsi untuk menemukan sebab-sebab terjadinya suatu peristiwa. Dengan kata lain, sejarah menaruh perhatian hanya kepada insiden periode silam dan sifat unik dari insiden tersebut. 

Berbeda dengan sejarah, ilmu sosiologi hanya memperhatikan insiden yang merupakan proses kemasyarakatan yang timbul dari hubungan antarmanusia dalam situasi berbeda.



Sosiologi dan Antropologi


Antropologi, khususnya antropologi sosial, agak sulit dibedakan dengan sosiologi. Ada pendapat yang menyatakan bahwa antropologi memusatkan perhatiannya pada masyarakat primitif atau mempunyai kebudayaan yang masih sederhana, sementara sosiologi memusatkan perhatiannya kepada masyarakat moderen yang kompleks.

Namun, kini ini antropologi juga menaruh perhatian kepada masyarakat moderen, menyerupai munculnya kajian antropologi perkotaan. Demikian pula dengan sosiologi, yang mulai melihat masyarakat pedesaan. Menurut Koentjaningrat, yang membedakan sosiologi dan antropologi yaitu metode ilmiahnya.



Sosiologi dan ilmu-ilmu pasti


Sosiologi juga mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu pasti, terutama dengan matematika. Dalam suatu penelitian, sosiologi memakai angka-angka matematis, menyerupai data-data statistik, sebagai salah satu analisisnya.

usaha insan dalam memenuhi impian dan kebutuhan materiilnya Hubungan Sosiologi dengan Ekonomi, Ilmu Sejarah, Antropologi, dan Ilmu-Ilmu Pasti


Demikianlah klarifikasi mengenai hubungan antara sosiologi dengan ilmu ekonomi, ilmu sejarah, antropologi, dan ilmu-ilmu pasti. Semoga goresan pena ini menunjukkan banyak manfaat dan meningkatkan pemahaman kita mengenai ilmu sosiologi. 

Perkembangan Sosiologi Di Eropa

Setelah mengetahui bahwa sosiologi ialah sebuah ilmu pengetahuan, maka kita niscaya akan bertanya-tanya bagaimana perkembangan sosiologi sampai sanggup menyerupai dikala ini. sosiologi pada awalnya menjadi bab dari filsafat sosial. Ilmu ini membahas wacana masyarakat. 

Namun, pada dikala itu pembahasan wacana masyarakat hanya berkisar sekitar hal-hal yang menarik perhatian umum saja, menyerupai perang, ketegangan atau konflik sosial, dan kekuasaan dalam kelas-kelas penguasa.

Dalam perkembangan selanjutnya, pembahasan wacana masyarakat meningkat pada cakupan yang lebih mendalam yakni menyangkut susunan kehidupan yang dibutuhkan dan norma-norma yang harus ditaati oleh seluruh anggota masyarakat. Sejak dikala itu, berkembanglah suatu kajian gres wacana masyarakat yang disebut sosiologi.

Menurut Berger dan Berger, sosiologi menjelma ilmu yang berdiri sendiri alasannya ialah adanya bahaya terhadap tatanan sosial yang selama ini dianggap sudah seharusnya demikian konkret dan benar (threats to the taken for granted world). L. Laeyendecker mengidentifikasi bahaya tersebut mencakup :
  1. Terjadi dua revolusi, yakni revolusi industri dan revolusi Perancis.
  2. Tumbuhnya kapitalisme pada selesai periode ke-15.
  3. Perubahan di bidang sosial dan politik.
  4. Perubahan yang terjadi jawaban gerakan reformasi yang dicetuskan Martin Luther.
  5. Meningkatnya individualisme.
  6. Lahirnya ilmu pengetahuan moderen.
  7. Berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri.

Menurut Laeyendecker, ancaman-ancaman tersebut menjadikan perubahan-perubahan jangka panjang yang ketika itu sangat mengguncang masyarakat Eropa dan seakan membangunkannya sehabis terlena beberapa abad.

Auguste Comte, seorang filsuf Perancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif menyerupai berkembangnya demokratisasi di dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negatif salah satu efek negatif tersebut ialah terjadinya konflik antarkelas di dalam masyarakat.

Menurut Comte, konflik-konflik tersebut terjadi alasannya ialah hilangnya norma atau pegangan (normless) bagi masyarakat dalam bertindak. Comte berkaca dari apa yang terjadi dalam masyarakat Perancis ketika itu.

Setelah pecahnya Revolusi Perancis, masyarakat Perancis dilanda konflik antarkelas. Comte melihat hal itu terjadi alasannya ialah  masyarakat tidak lagi mengetahui bagaimana mengatasi perubahan jawaban revolusi dan hukum-hukum apa saja yang sanggup digunakan untuk mengatur tatanan sosial masyarakat.

Oleh alasannya ialah itu, Comte menyarankan biar semua penelitian wacana masyarakat ditingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri. Comte membayangkan suatu inovasi hukum-hukum yang mengatur gejala-gejala sosial.

Namun, Comte belum berhasil menyebarkan hukum-hukum sosial tersebut menjadi suatu ilmu. Ia hanya memberi istilah bagi ilmu yang akan lahir itu dengan istilah sosiologi.

Sosiologi gres menjelma sebuah ilmu sehabis Emile Durkheim menyebarkan metodologi sosiologi melalui bukunya Rules of Sociological Method. Meskipun demikian, atas jasanya terhadap lahirnya sosiologi, ia tetap disebut sebagai bapak sosiologi.

Meskipun Comte membuat istilah sosiologi, Herbert Spencerlah yang menyatakan istilah tersebut melalui buku Principles of Sociology. Di dalam buku tersebut, Spencer menyebarkan sistem penelitian wacana masyarakat.

Ia menerapkan teori evolusi organik pada masyarakat insan dan menyebarkan teori besar wacana evolusi sosial yang diterima secara luas di masyarakat. Menurut Comte, suatu organ akan lebih tepat jikalau organ itu bertambah kompleks alasannya ialah adanya differensiasi di dalam bagian-bagiannya.

Spencer melihat masyarakat sebagai sebuah sistem yang tersusun atas bagian-bagian yang saling bergantung bagaimana organisme hidup. Evolusi dan perkembangan sosial intinya akan berarti jikalau ada peningkatan differensiasi dan intergrasi, peningkatan pembagian kerja, dan suatu transisi dari homogen ke heterogen dari kondisi sederhana ke kondisi yang kompleks. Setelah buku Spencer tersebut terbit, sosiologi kemudian berkembang pesat ke seluruh Indonesia.

 Setelah mengetahui bahwa sosiologi ialah sebuah ilmu pengetahuan Perkembangan Sosiologi di Eropa


Demikianlah klarifikasi mengenai perkembangan sosiologi di Eropa. Semoga goresan pena ini bermanfaat untuk kita semua.  

Wednesday, January 15, 2020

Perkembangan Sosiologi Di Indonesia

Sosiologi di Indonesia bersama-sama telah berkembang semenjak dahulu. Walaupun tidak mempelajari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, para pujangga dan tokoh bangsa Indonesia telah banyak memasukkan unsur-unsur sosiologi dalam ajaran-ajaran mereka. Sri Paduka Mangkunegoro IV, misalnya, telah memasukkan unsur tata relasi insan pada banyak sekali golongan yang berbeda (intergroup relation) dalam anutan Wulang Reh.

Selanjutnya, Ki Hajar Dewantara yang dikenal sebagai peletak dasar pendidikan nasional Indonesia banyak mempraktikkan konsep-konsep penting sosiologi menyerupai kepemimpinan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan di Taman Siswa yang didirikannya. Hal yang sama sanggup juga kita selidiki dari banyak sekali karya ihwal Indonesia yang ditulis oleh beberapa orang Belanda menyerupai Snouck Hargoronje dan van Vollenhoven sekitar masa 19. 

Mereka memakai unsur-unsur sosiologi sebagai kerangka berpikir untuk memahami masyarakat Indonesia. Snouck Harguronje, misalnya, memakai pendekatan sosiologis untuk memahami masyarakat Aceh yang risikonya dipergunakan pemerintah Belanda untuk menguasai kawasan tersebut.

Dari uraian di atas, sanggup kita lihat bahwa sosiologi pada awalnya, yaitu sebelum Perang Dunia II hanya dianggap sebagai ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu lainnya. Dengan kata lain, sosiologi belum dianggap cukup penting untuk dipelajari dan dipakai sebagai ilmu pengetahuan, yang terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan yang lain.

Secara formal, sekolah tinggi aturan (Rechtsshogeschool) di Jakarta pada waktu itu menjadi satu-satunya forum perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah sosiologi di Indonesia walaupun hanya sebagai komplemen mata kuliah ilmu hukum.

Namun, seiring perjalanan waktu, mata kuliah tersebut lalu ditiadakan dengan alasan bahwa pengetahuan ihwal bentuk dan susunan masyarakat beserta proses-proses yang terjadi di dalamnya tidak dibutuhkan dalam proses pembelajaran hukum.

Dalam pandangan mereka, yang perlu diketahui hanyalah perumusan peraturannya dan sistem-sistem untuk menafsirkannya. Sementara, penyebab terjadinya sebuah peraturan dengan tujuan sebuah peraturan dianggap tidaklah penting.

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, sosiologi di Indoensia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Adalah Soenario Kolopaking yang pertama kali memperlihatkan kuliah sosiologi dalam Bahasa Indonesia pada tahun 1948 di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM).

Akibatnya, sosiologi mulai mendapat tempat dalam insan akademisi di Indonesia apalagi sehabis semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk   menuntut ilmu di luar negeri semenjak tahun 1950. Banyak para pelajar Indonesia yang khusus memperdalam sosiologi di luar negeri, lalu mengajarkan ilmu itu di Indonesia.

Buku sosiologi dalam Bahasa Indonesia pertama kali diterbitkan oleh Djody Gondokusumo dengan judul Sosiologi Indonesia yang memuat beberapa pengertian fundamental sosiologi. Kehadiran buku ini mendapat sambutan baik dari golongan bakir di Indonesia mengingat situasi revolusi yang terjadi ketika itu.

Buku ini seakan mengobati kehausan mereka akan ilmu yang sanggup membantu mereka dalam perjuangan memahami perubahan-perubahan yang terjadi sedemikian cepat dalam masyarakat Indonesia ketika itu. Selepas itu, muncul buku sosiologi yang diterbitkan oleh Bardosono yang merupakan sebuah diktat kuliah sosiologi yang ditulis oleh seorang mahasiswa.

Selanjutnya, bermunculan buku-buku sosiologi baik yang ditulis oleh orang Indonesia maupun yang merupakan terjemahan dari bahasa asing. Sebagai contoh, buku Social Changes in Yogyakarta karya Selo Soemardjan yang terbit pada tahun 1962.

Tidak kurang pentingnya, tulisan-tulisan ihwal masalah-masalah sosiologi yang tersebar di banyak sekali majalah, koran, dan jurnal. Selain itu, muncul pula fakultas ilmu sosial dan ilmu politik di banyak sekali universitas di Indonesia di mana sosiologi mulai dipelajari secara lebih luas dan mendalam. Bahkan, pada beberapa universitas didirikan jurusan sosiologi yang diharapkan sanggup mempercepat dan memperluas perkembangan sosiologi di Indonesia.

 Sosiologi di Indonesia bersama-sama telah berkembang semenjak dahulu Perkembangan Sosiologi di Indonesia


Demikianlah klarifikasi mengenai perkembangan sosiologi di Indonesia. biar goresan pena ini bermanfaat untuk kita semua. 

Tuesday, January 14, 2020

Kegiatan-Kegiatan Bank Umum

Secara umum, kegiatan bank umum lebih luas dari pada bank perkreditan rakyat. Artinya, produk yang ditawarkan bank umum lebih beragam, hal ini disebabkan lantaran bank umum mempunyai kebebasan untuk memilih produk dan jasanya.

Bank umum atau yang lebih dikenal dengan nama bank komersil merupakan bank yang paling banyak beredar di Indonesia. bank umum juga mempunyai aneka macam keunggulan dibandingkan BPR, baik dalam bidang pelayanan maupun jangkauan wilayah operasinya. Artinya bank umum mempunyai kegiatan proteksi jasa yang paling lengkap dan daoat beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.

Kegiatan bank umum secara lengkap mencakup kegiatan sebagai berikut :


1. Menghimpun dana (funding)

Kegiatan menghimpun dana merupakan kegiatan bank umum untuk membeli dana dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal juga dengan nama funding. Kegiatan membeli dana sanggup dilakukan dengan cara mengatakan aneka macam jenis simpanan yang biasa disebut rekening atau account. Jenis-jenis simpanan yang ada remaja ini ialah :
  • Simpanan giro (demand deposit), merupakan simpanan pada bank yang penarikannya sanggup dilakukan dengan memakai cek dan bilyet giro. Kepada setiap pemegang rekening akan diberikan bunga yang  dikenal dengan nama jasa giro.
  • Simpanan tabungan (saving deposit), merukan simpanan pada bank yang penarikannya sesuai dengan yang ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan sanggup dilakukan melalui  buku tabungan, slip penarikan, kuitansi, atau memakai ATM.
  • Simpanan deposito (time deposit), merupakan simpanan yang mempunyai jangka waktu tertentu (jatuh tempo). Penarikannya pun dilakukan sesuai dengan jangka waktu tersebut.


2. Menyalurkan dana (lending)

Menyalurkan dana merupakan kegiatan bank umum untuk menjual dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal dengan nama lending. Penyaluran dana yang dilakukan oleh bank dilakukan melalui proteksi pinjaman atau kredit.

Sebelum kredit diluncurkan bank terlebih dahulu menilai kelayakan kredit yang diajukan oleh nasabah. Kelayakan ini mencakup aneka macam aspek penilaian. Secara umum, jenis-jenis kredit yang ditawarkan mencakup :
  • Kredit investasi, merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha yang melaksanakan investasi atau penanaman modal.
  • Kredit modal kerja, merupakan kredit yang dipakai sebagai modal usaha.
  • Kredit perdagangan, merupakan kredit yang diberikan kepada para pedagang dalam rangka memperlancar atau memperluas atau memperbesar kegiatan perdagangannya.
  • Kredit produktif, merupakan kredit yang sanggup berupa investasi, modal kerja atau perdagangan.
  • Kredit konsumtif, merupakan kredit yang dipakai untuk keperluan eksklusif contohnya keperluan konsumsi, baik pangan, sandang, maupun papan.
  • Kredit profesi, merupakan kredit yang diberikan kepada para kalangan profesional ibarat dosen, dokter, atau pengacara.


3. Memberikan jasa-jasa bank lainnya

Jasa-jasa bank lainnya merupakan kegiatan bank umum penunjang untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat. Sekalipun kegiatan penunjang, kegiatan bank ini sangat banyak mengatakan laba bagi bank dan nasabah. 

Dalam praktiknya, jasa-jasa bank lainnya mencakup :
  • Transfer
  • Kliring
  • Inkaso
  • Safe deposit box
  • Bank card (kartu kredit)
  • Bank notes
  • Bank garansi
  • Bank draft
  • Letter of Credit
  • Cek wisata (Travellers Cheque)
  • Menerima setoran-setoran
  • Melayani pembayaran-pembayaran
  • Bermain di pasar modal
  • Dan lain-lain.

 lebih luas dari pada bank perkreditan rakyat Kegiatan-Kegiatan Bank Umum


Demikianlah klarifikasi mengenai kegiatan-kegiatan  bank umum. Semoga goresan pena ini bermanfaat.