Monday, April 8, 2019

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan

Secara umum, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan dari dalam, terdiri dari hereditas atau gen dan hormon pertumbuhan tumbuhan menyerupai auksin, giberelin, sitokinin, asam asbitat, dan lain-lain. Sedangkan faktor ekternal yakni faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan yang berasal dari luar, antara lain yakni nutrisi, cahaya, kelembaban, suhu, jenis tanah, dan lain-lain. Berikut ini yakni penjelsannya;.

Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman


Telah disebutkan di atas, bahwa faktor internal  yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yakni gen dan hormon. Hormon pertumbuhan tumbuhan terdiri atas auksin, giberelin, sitokinin, asam asbitat, dan gas etilen

a. Gen atau Hereditas 

Sel dikatakan unit hereditas alasannya yakni di dalamnya terdapat kromosom dan gen yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat keturunan atau heredi- tas melalui pembiakan. Gen menumbuhkan jaringan dan organ yang hasilnya membina abjad makhluk hidup. Dalam pertumbuhan tumbuhan, sel-sel membiak dengan membelah diri, menjadi besar, berdiferensiasi sesuai dengan pola hereditas dan menghasilkan sejumlah besar variasi sel yang terorganisasi dalam jaringan dan organ. Di samping itu, gen berperan pula dalam penyusunan enzim-enzim dan hormon tumbuh yang mengatur dan mengendalikan pertumbuhan.

b. Hormon 


Pada tumbuhan, tidak dikenal adanya kelenjar serta sistem sirkulasi menyerupai pada hewan, tetapi tumbuhan mempunyai kemampuan menyusun suatu senyawa organik yang didistribusikan dari suatu potongan tertentu dan menunjukkan reaksi fisiologis pada potongan lain. Senyawa tersebut dinamakan fitohormon (hormon tumbuhan) yang berfungsi sebagai zat pengatur. Oleh alasannya yakni itu, para andal botani menyebutnya substansi regulator pertumbuhan. Dewasa ini dikenal beberapa fitohormon, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, asam traumalin, kalin, asam asbitat dan gas etilen.
  • Hormon auksin berperan dalam mendorong perpanjangan batang, pertumbuhan akar, differensiasi sel dan percabangan, pertumbuahan buah, dominasi epikal, fototropisme, geotropisme. Homon auksin diproduksi pada embrio dalam biji, meristem batang dan daun-daun muda.
  • Hormon giberelin diproduksi oleh meristem batang, meristem akar, daun muda, dan embrio. Hormon giberelin berfungsi dalam mendorong pertumbuhan tinggi tanaman, mempengaruhi perpanjangan sel dan pembelahan sel, serta pertumbuhan pada akar daun dan bunga serta buah. 
  • Hormon sitokinin berperan untuk merangsang pembelahan sel (sitokinesis) yang banyak kuat pada pertumbuhan akar dan tunas.
  • Gas etilen berperan dalam proses pematangan buah.
  • Asam traumalin berperan dalam regenerasi sel yang luka.
  • Kalin, yaitu hormon yang berperan dalam pembentukan organ tumbuhan.
  • Asam asbitat, yaitu hormon tumbuhan yang berperan dalam penghambat pertumbuhan, menutup stomata dikala kekurangan air dan menunda pertumbuhan.


 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dibagi menjadi dua Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman


Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan diantaranya yakni nutrisi atau makanan, kelembaban, suhu, cahaya, dan jenis tanah.

a. Nutrisi 


Nutrisi atau zat masakan berupa unsur-unsur atau senyawa kimia lainnya dibutuhkan tumbuhan sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis banyak sekali komponen sel yang dibutuhkan selama pertumbuhan. Unsur-unsur tersebut sebagian diperoleh dari dalam tanah yang diserap melalui bulu-bulu akar. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah  relatif besar disebut unsur makro, yaitu C, O, H, N, S, F, K, Ca, dan Mg. Unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro, yaitu Fe, Cl, Cu, Mn, Zn, Mo, Bo, dan Ni, sedangkan unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sangat sedikit oleh tumbuhan tertentu disebut unsur tumbuhan. Hal ini menurut pada hasil percobaan dari W. Pfeffer, Julius sach, dan W. Knop. 

Setiap unsur yang dibutuhkan tumbuhan mempunyai peranan dan menjadikan tanda-tanda tertentu apabila terjadi kekurangan atau kelebihan. Berikut ini beberapa unsur yang dibutuhkan tumbuhan beserta fungsinya, dan tanda-tanda yang timbul apabila kekurangan unsur tersebut. 
  • Nitrogen (N) merupakan komponen struktural protein, asam nukleat, hormon, dan enzim. Gejala kekurangan N, yaitu pertumbuhan terhambat (tumbuhan menjadi kerdil), serta daun menjadi pucat dan kuning. 
  • Kalium (K) berfungsi untuk mengatur keseimbangan ion di dalam sel serta merupakan kofaktor enzim dan berperan di dalam metabolisme karbohidrat. Gejala kekurangan kalium, yaitu perubahan karbohidrat terhambat dan daun berwarna kuning. 
  • Fosfor (P) merupakan penyusun fosfolipid asam nukleat dan ATP (adenosin triposfat). Gejala kekurangan P, yaitu pertumbuhan terhambat dan daun berwarna hijau renta serta ada potongan yang mati. 
  • Sulfur (S) merupakan komponen asam amino, sistein, metionin, dan beberapa vitamin. Gejala kekurangan S, yaitu daun menjadi kuning. 
  • Magnesium (Mg) merupakan penyusun klorofil dan kofaktor beberapa enzim. Gejala kekurangan Mg, yaitu klorosis, daun menguning dan kering mulai dari ujung.
  • Kalsium (Ca) berfungsi untuk mempertahankan permeabilitas membran plasma dan menyusun asam pekat dalam lamela tengah (middle lamela). Gejala kekurangan Ca, yaitu pertumbuhan terhambat alasannya yakni lamela tengah tidak terbentuk sehingga pembelahan sel terganggu. 
  • Besi (Fe) berperan dalam pembentukan klorofil dan merupakan potongan terpenting dari enzim sitokrom, peroksidase, dan katalase. Gejala kekurangan Fe, yaitu klorosis, helai daun menguning. 
  • Boron (B) belum diketahui fungsinya secara jelas, diduga berperan dalam transpor glukosa. Gejala kekurangan B, yaitu ujung-ujung batang mengering dan rusak. 
  • Mangan (Mn) merupakan kofaktor enzim pernapasan, fotosintesis, dan metabolisme nitrogen. Gejala kekurangan Mn, yaitu daun berwarna pucat (klorosis). 
  • Seng (Zn) berperan dalam sintesis asam amino serta merupakan oktivator enzim dehidroginase. Gejala kekurangan Zn, yaitu pertumbuhan terhambat. 
  • Tembaga (Cu) berperan dalam transfer elektron  di dalam kloroplas dan merupakan potongan dari enzim reaksi oksidasi-reduksi. Gejala kekurangan Cu, yaitu daun-daunan berguguran dan ujung daun menjadi kisut. 
  • Molibdenum (Mo) merupakan potongan dari enzim pereduksi nitrat dan fiksasi nitrogen. Gejala kekurangan Mo, yaitu pertumbuhan terhambat.

Pengetahuan ihwal banyak sekali nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dimanfaatkan oleh para petani untuk bercocok tanam secara hidroponik. Hidroponik merupakan pengembangan teknik bercocok tanam dengan air yang mengandung nutrien tertentu sebagai medium tanam. Banyak industri pertanian yang berkembang pesat berawal dari hidroponik.

b. Cahaya 


Cahaya mutlak dibutuhkan sebagai sumber energi terbesar bagi makhluk hidup. Tumbuhan hijau memanfaatkan cahaya secara eksklusif dalam proses fotosintesis dan secara tidak eksklusif energinya dibutuhkan oleh binatang dan manusia.

Umumnya cahaya merupakan faktor yang menghambat pertumbuhan alasannya yakni cahaya sanggup mengakibatkan translokasi hormon (regulator pertumbuhan). Hal ini sanggup dibuktikan dengan menempatkan dua pot kecambah, yang satu disimpan di tempat yang gelap dan yang satunya lagi disimpan di tempat yang terang atau banyak cahaya. Dalam beberapa hari kecambah di tempat gelap lebih cepat tumbuh dengan ruas-ruas yang panjang, tetapi keadaannya lemah. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap ini disebut etiolasi.

Fotoperiodisme Lamanya penyinaran juga memengaruhi pertumbuhan. Di kawasan subtropik, beberapa jenis tumbuhan termasuk tumbuhan hari panjang. Bunga mekar pada simpulan isu terkini panas, yaitu sehabis tumbuhan menerima penyinaran lebih dari 12 jam. Pertumbuhan vegetatif dan generatif suatu tumbuhan sangat dipengaruhi oleh lamanya penyinaran. Tanggapan suatu tumbuhan terhadap panjang pendeknya hari disebut fotoperiodisme. Cahaya juga merangsang pertumbuhan bunga. Ada tumbuhan yang berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek daripada waktu malam). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran matahari lebih panjang daripada waktu malam). Hal ini berkaitan dengan acara hormon fitokrom pada tumbuhan.

Sebagai rujukan tumbuhan kol (Brassica Sp) di Indonesia tidak pernah berbunga. Akan tetapi, jikalau diberi cahaya dalam waktu yang lebih usang secara periodik, tumbuhan kol sanggup tumbuh memanjang dan berbunga. Beberapa tumbuhan hari panjang sanggup berbunga jikalau diberi Giberelin atau sitokinin.

c. Suhu 


Dengan percobaan dan pemeliharaan pertumbuhan dalam banyak sekali suhu, sanggup diketahui efek suhu terhadap proses tumbuh. Umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0⁰C dan di atas 40⁰C. Suhu yang dikehendaki atau yang baik bagi pertumbuhan yakni 20⁰C – 37⁰C. Untuk tumbuh normal pada habitatnya, makhluk hidup mempunyai kisaran suhu tertentu, yaitu sebagai berikut. 1) Suhu minimum yakni suhu terendah. Pada suhu ini tum- buhan masih sanggup tumbuh. Suhu minimum untuk tum- buhan di kawasan tropis yakni 10⁰C, sedangkan di kawasan subtropis 5⁰ C. 2) Suhu maksimum yakni suhu tertinggi. Pada suhu ini tum- buhan masih sanggup tumbuh. 3) Suhu optimum yakni suhu yang paling sesuai bagi pertum- buhan tumbuhan.

Apabila suhu lingkungan suatu tumbuhan di bawah suhu minimum, segala acara fisiologi tubuhnya akan terhenti, dan ini disebut masa tidur (Dormansi), keadaan ini terjadi pada beberapa tumbuhan pada isu terkini cuek di negara-negara yang mempunyai 4 musim.

d. Kelembapan 


Kelembapan udara dan tanah sangat kuat dalam proses pertumbuhan. Kelembapan udara memengaruhi proses penguapan air yang berkaitan dengan absorpsi unsur hara. Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan besar sehingga absorpsi unsur hara pun makin banyak. Hal ini sanggup memacu pertumbuhan.

Kelembapan tanah bergantung pada kandungan organik di dalamnya. Makin tinggi kandungan materi organik dalam tanah, makin banyak pula jumlah air yang sanggup diikat. Hal tersebut sanggup mengurangi kepadatan struktur tanah sehingga porositas dan sirkulasi menjadi lebih baik. Hal ini penting alasannya yakni sel-sel akar tumbuhan memerlukan oksigen untuk respirasi sel yang energinya dibutuhkan untuk proses transpor aktif dalam absorpsi unsur hara tanaman. Beberapa tumbuhan yang berkembang biak secara generatif, memerlukan kelembapan lebih rendah sehingga tumbuhan tersebut berbunga pada awal isu terkini kemarau.

e. Jenis tanah


Jenis tanah juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tidak semua tumbuhan cocok pada semua jenis tanah. Tanaman kurma misalnya, hanya cocok jikalau dikembangbiakkan di tanah Arab dan timur tengah yang bergurun. Sedangkan di Indonesia, tumbuhan kurma bisa tumbuh, tetapi tidak berbuah.

Demikianlah klarifikasi mengenai faktor eksternal dan faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Semoga bermanfaat untuk kita semua. 

Load comments