Dalam ilmu ekonomi, selain istilah Produk Domestik Bruto, kita juga mengenal istilah Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB ialah jumlah nilai tambah yang dihasilkan suatu kawasan dalam periode waktu satu tahun. PDRB mennggambarkan perkembangan ekonomi suatu kawasan dalam waktu satu tahun sehingga sanggup dijadikan dasar perencanaan pembangunan suatu kawasan untuk meningkatkan potensi pendapatan nasional. Berikut ini klarifikasi mengenai latar belakang PDRB, manfaat menghitung PDRB dan macam-macam PDRB.
Latar Belakang dan Pengertian PDRB
Di dalam perencanaan pembangunan ekonomi di suatu kawasan dibutuhkan data statistik yang sanggup dijadikan materi penilaian pembangunan ekonomi yang telah dicapai dan materi perencanaan di masa yang akan datang. Salah satu data statistik yang sangat dibutuhkan untuk penilaian dan perencanaan pembangunan ekonomi ialah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang lebih terkenal dengan Pendapatan Regional merupakan dosis makro yang digunakan untuk mengamati perekonomian suatu wilayah atau daerah, baik kawasan tingkat I (Provinsi) maupun kawasan Tingkat II (Kabupaten atau Kotamadya).
Selain indikator-indikator lain, pendapatan regional sangat banyak digunakan oleh para birokrasi pemerintah, peneliti, dan masyarakat dalam mengevaluasi perekonomian. Bahkan yang lebih penting, banyak sekali kebijakan pembangunan pada umumnya menggunakan data yang bersumber dari pendapatan regional. PDRB dengan banyak sekali data aksesori lainnya yang merupakan indikator makro ekonomi, sanggup digunakan pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan daerah. Informasi ini sangat dibutuhkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk menyusun skala prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan. Untuk mengartikan PDRB kita sanggup menggunakan tiga pendekatan. Dan arti PDRB akan bergantung pada pendekatan yang digunakan.
- Pendekatan Nilai Produksi ( Production Approach ) Menurut pendekatan produksi, PDRB diartikan sebagai jumlah nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh banyak sekali unit produksi di dalam suatu wilayah atau kawasan pada suatu periode tertentu, biasanya satu tahun.
- Pendekatan Pendapatan ( Income Approach ) Menurut pendekatan pendapatan, PDRB diartikan sebagai jumlah nilai balas jasa dari faktor-faktor produksi yang ikut dalam proses produksi. Balas jasa tersebut terdiri dari upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan keuntungan. Jumlah nilai balas jasa faktor produksi tersebut sama dengan produk domestik regional bruto dari sudut pendapatan.
- Pendekatan Pengeluaran ( Expenditure Approach ) PDRB dari pendekatan pengeluaran merupakan total nilai pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pengeluaran forum nirlaba, pembentukan modal, perubahan stok dan ekspor neto (Eskpor- Impor). PDRB dari sudut pengeluaran selama ini lebih dikenal dengan PDRB berdasarkan penggunaan.
Manfaat Menghitung Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Manfaat penghitungan Produk Domestik Regional Bruto bagi suatu daerah, antara lain:
- Untuk materi penilaian pembangunan di masa lalu, baik pembangunan sektoral maupun pembangunan regional secara keseluruhan.
- Untuk materi umpan balik terhadap perencanaan pembangunan yang telah dilaksanakan.
- Sebagai dasar pembuatan proyeksi perkembangan perekonomian di masa yang akan datang.
- Untuk membandingkan peranan masing-masing sektor perekonomian di suatu wilayah.
- Jika perhitungan PDRB dihubungkan dengan banyaknya tenaga kerja, maka sanggup mencerminkan produktivitas tenaga kerja masing-masing sektor.
Macam-Macam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Berdasarkan penghitungan, ada dua macam PDRB, sebagai berikut:
- Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, yaitu PDRB yang penghitungannya berdasarkan harga tahun yang sedang berjalan atau harga tahun yang sedang berlaku (at current price).
- Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, yaitu PDRB yang penghitungannya berdasarkan harga suatu tahun yang tetap/konstan yang digunakan sebagai tahun dasar.
Tujuan menghitung PDRB atas dasar harga konstan ialah untuk melihat perkembangan PDRB atau perekonomian secara riil (nyata) yang tidak dipengaruhi oleh perubahan harga, baik inflasi maupun deflasi.
Dengan menghitung besarnya PDRB suatu daerah, maka pemerintah sanggup melihat potensi perkembangan ekonomi kawasan tersbeut. Pemerintah kemudian sanggup menciptakan kebijakan yang besar lengan berkuasa besar pada perkembangan perekonomian kawasan yang dampaknya ialah meningkatkan pendapatan nasional dan kesejahteraan masyarakat.