Monday, April 8, 2019

Masalah-Masalah Yang Dihadapi Pemerintah Di Bidang Ekonomi

Sebagai salah satu negara yang sedang berkembang, Indonesia mengalami banyak dilema di bidang ekonomi. Seringklai kita melihat banyaknya demonstrasi yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memuaskan. Ada begitu banyak masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi, diantaranya yakni perumbuhan ekonomi, inflasi, kemiskinan, pengangguran, defisit anggaran, sampai utang luar negeri yang semakin hari semakin menumpuk. Berikut ini yakni klarifikasi singkat mengenai beberapa masalah pemerintah di bidang ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi sanggup diartikan sebagai perkembangan acara dalam perekonomian yang mengakibatkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah. Dalam praktik, pertumbuhan ekonomi dihitung degan membandingkan PDB (Produk Domestik Bruto)) tahun tertentu dengan PDB tahun sebelumnya. Saat ini pertumbuhan ekonomi pemerintah berada pada angka 5%. Pemerintah mempunyai tugas yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik demi mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Tingginya Angka Kemiskinan

Angka kemiskinan di Indonesia tergolong tinggi dan menjadi salah satu dilema yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi. Kemiskinan menyerupai telah menjadi wabah dan merupakan dilema pelik yang dihadapi oleh dunia dikala ini. Kemiskinan terjadi alasannya yakni banyak faktor, diantaranya yakni ketidakmmapuan untuk memperoleh pekerjaan yang layak jawaban kurangnya tingkat pendidikan seseorang. Salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di Indonesia yakni kurangnya pendapatan yang tidak diimbangi dengan pengeluaran sehingga mendorong seseorang untuk terlibat utang piutang.

Ketidakstabilan Kegiatan Perekonomian 

Pada umumnya perekonomian tidak selalu berkembang secara teratur. Suatu dikala sanggup naik dan suatu dikala sanggup turun. Terkadang acara perekonomian berkembang sangat cepat. Dan pada waktu lain berkembang sangat lambat bahkan mengalami kemerosotan.  Kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk di antaranya yakni stabilitas politik dalam negeri. Pergerakan naik turun acara perusahaan-perusahaan dalam jangka panjang di suatu perekonomian disebut konjungtur atau siklus acara perusahaan.

Masalah Kependudukan 

Indonesia mengalami dilema kependudukan yang secara pribadi berimbas pada dilema ekonomi. Angka pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan kerja. Dampaknya, pengangguran di mana-mana. Masalah kependudukan yang berdampak pada acara perekonomian antara lain yakni tingginya angka urbanisasi. masyarakat yang menentukan untuk melaksanakan acara urbanisasi terkadang bahkan tidak mempunyai skil yang cukup mumpuni semoga memperoleh pekerjaan di kota.  Di samping itu, rendahnya tingkat pendidikan juga menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran.  

 Sebagai salah satu negara yang sedang berkembang Masalah-Masalah yang Dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi

Pengangguran 

Penganguran menjadi dilema pelik yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi. Bahkan dikala ini, banyak pengangguran yang berasal dari golongan pintar dan berpendidikan. Pada umumnya, faktor utama yang mengakibatkan terjadinya pengangguran yakni kekurangan seruan agregat (kekurangan seruan secara keseluruhan). Kehidupan insan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat semenjak dimulainya Revolusi Industri di Inggris pada periode ke-17. Banyak pekerjaan yang dikala ini sudah tidak lagi mengandalkan kekuatan manusia. Peran insan telah tergantikan oleh mesin-mesin yang sanggup bekerja lebih baik dan lebih produktif dalam waktu singkat. Masalah pengangguran tampaknya masih akan menjadi dilema ekonomi utama yang akan dihadapi pemerintah di masa depan.

Kurang Tersedianya Lapangan Pekerjaan

Kebanyakan generasi muda Indonesia mempunyai ambisi untuk bekerja sebagai karyawan pada perusahaan, baik swasta ataupun milik pemerintah. Kita tahu bahwa pekerjaan pada wilayah menyerupai itu sangat terbatas. Akibatnya, hanya sedikit yang akan terserap lapangan kerja dan mempunyai pekerjaan yang memuaskan. Generasi muda kita kurang berminat untuk membuat lapangan pekerjaan gres yang sanggup megurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Kurang tersedianya lapangan pekerjaan ini menjadi dilema yang harus diatasi oleh pemerintah semoga kondisi ekonomi Indonesia lebih baik kedepannya. 

Masalah Inflasi 

Masalah inflasi bersama-sama bukan hanya dihadapi oleh pemerintah Indonesia, tetapi oleh negara lain pun mengalami dilema yang sama. Inflasi yakni keadaan perekonomian yang mengatakan kenaikan harga-harga barang secara umum yang terjadi terus-menerus. Harga yang naik secara terus-menerus tentu sangat merugikan banyak pihak. Inflasi mempunyai dampak yang sangat jelek bagi kehidupan masyarakat dan perekonomian. Beberapa dampak dari terjadinya inflasi antara lain yakni menurunya pendapatan riil masyarakat yang berdampak pada masyarakat berpendapatan tetap, menurunkan investasi dan ekspor, serta menyulitkan para perngusaha untuk menghitung pengeluaran dan modal.

Pembangunan yang belum Merata

Pembangunan yang ada di Indonesia masih jauh dari kata merata. Jika kita melihat perkembangan antara wilayah Indonesia cuilan barat dengan wilayah Indonesia cuilan timur, maka kita sanggup melihat ketimpangan yang sangat jauh. Jalan-jalan penghubung antar kota dan kabupaten di Pulau Jawa sangat baik dibandingkan yang ada di wilayah Indonesia timur. 

Ketidakseimbangan Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran yakni suatu catatan sistematis yang berisi transaksi- transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama periode tertentu, umumnya satu tahun. Defisit neraca pembayaran terjadi jikalau pembayaran ke luar negeri melebihi penerimaan dari luar negeri. Penyebab terjadinya defisit neraca pembayaran di antaranya yakni nilai impor yang melebihi ekspor, dan pengaliran modal ke luar negeri yang melebihi pengaliran modal ke dalam negeri. Neraca pembayaran yang defisit mempunyai dampak jelek terhadap acara dan kestabilan ekonomi negara. Defisit yang terjadi jawaban impor yang berlebihan sanggup menimbulkan penurunan acara ekonomi di dalam negeri, alasannya yakni konsumen lebih suka memakai barang impor dibanding barang dalam negeri. Impor yang berlebihan juga menimbulkan peningkatan seruan atas valuta absurd yang dipakai untuk membayar impor. Akibat selanjutnya, harga valuta absurd akan bertambah. Harga valuta absurd yang bertambah akan mengakibatkan harga barang-barang dalam negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, penurunan acara ekonomi di dalam negeri mengakibatkan para pengusaha tidak bersemangat melaksanakan acara produksi, apalagi untuk membangun unit perjuangan baru.

Besarnya Utang Luar Negeri

Indonesia mempunyai utang luar negeri yang cukup besar. Sayangnya, banyaknya utang luar negeri ini tidak diimbangi dengan pendapatan negara baik dari pajak maupun non pajak. Indonesia masih perlu melaksanakan banyak pembangunan di masa mendatang dan tentu saja hal itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh alasannya yakni itu, kemungkinan Indonesia terlepas dari hutang masih sulit untuk terealisasikan. Utang luar negeri merupakan masalah ekonomi pemerintah yang perlu diatasi sesegera mungkin.

Demikianlah klarifikasi mengenai masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi. Masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi begitu pelik, sehingga butuh derma dan dukungan dari rakyat untuk mengatasi semua dilema di atas. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Load comments