Pernahkah Anda berpikir mengapa pemerintah tidak membuat uang sebanyak-banyaknya untuk kemudian melunasi hutang-hutang negara ? jikalau Anda pernah berpikir demikian, maka berikut ini yaitu jawabannya. INFLASI. Uang yang terlalu banyak beredar di masyarakat tidak akan bernilai dan berharga risikonya harga barang akan semakin naik terus-menerus. Bayangkan, jikalau jumlah uang terlalu banyak, maka Anda akan mempunyai uang 1 Milyar di dompet, begitupun tukang parker, tukang ojek, dan lain-lain. Manejer perusahaan mungkin mempunyai uang 10 triliun d dompetnya. Akibatnya, harga sebungkus mie instan sanggup saja 100 juta rupiah. Kebanyakan uang yang beredar justru menurunkan nilai uang dan membuat inflasi. Berikut ini klarifikasi mengenai pengertian inflasi, macam-macam inflasi dan penyebab terjadinya inflasi.
Pengertian Inflasi
Seperti yang sudah disebutkan di atas, inflasi yaitu keadaan perekonomian yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum yang terjadi terus-menerus. Mengapa dikatakan kenaikan harga-harga barang secara umum? Karena dalam inflasi, sebagian besar barang mengalami kenaikan harga meskipun ada sebagian kecil barang yang harganya tidak naik atau bahkan mungkin turun. Mengapa pula dikatakan yang terjadi secara terus menerus? Karena, jikalau kenaikan itu hanya terjadi pada saat-saat tertentu, contohnya beberapa ketika menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru atau beberapa ketika menjelang Pemilu maka kenaikan harga barang-barang tersebut tidak disebut sebagai inflasi.
Macam-Macam Inflasi
Adapun macam-macam inflasi sanggup golongkan sebagai berikut:
Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan
- Inflasi ringan, yaitu inflasi yang besarnya kurang dari 10% per tahun.
- Inflasi sedang, yaitu inflasi yang besarnya antara 10% – 30% per tahun.
- Inflasi berat, yaitu inflasi yang besarnya antara 30% – 100% per tahun.
- Inflasi sangat berat atau hiperinflasi, yaitu inflasi yang besarnya di atas 100% per tahun.
Inflasi Berdasarkan Benyebab
- Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation), yaitu inflasi yang terjadi lantaran kelebihan seruan atas barang dan jasa. Kelebihan seruan yang tidak sanggup dipenuhi produsen tersebut tentu akan mendorong kenaikan harga-harga, lantaran seruan lebih besar daripada penawaran.
- Inflasi Dorongan Biaya Produksi (Cost Push Inflation), yaitu inflasi yang terjadi lantaran kenaikan biaya produksi. Biaya produksi yang naik akan mendorong naiknya harga-harga barang dan jasa. Selain itu, kenaikan biaya produksi akan menjadikan turunnya jumlah produksi sehingga penawaran menjadi berkurang, jikalau penawaran berkurang sedangkan seruan diasumsikan tetap, maka risikonya harga-harga akan naik.
- Inflasi lain-lain, yaitu inflasi yang terjadi lantaran banyak sekali penyebab selain yang sudah disebutkan di atas. Seperti, Inflasi yang disebabkan lantaran pencetakan uang gres dan inflasi lantaran lambatnya produksi barang tertentu.
Inflasi Berdasarkan Asal Terjadinya
- Inflasi dari Dalam Negeri (Domestic Inflation), yaitu inflasi yang hanya disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari dalam negeri. Faktor-faktor penyebab tersebut antara lain, adanya pencetakan uang gres untuk menutup anggaran negara yang defisit lantaran naiknya seruan masyarakat dan lantaran kenaikan biaya produksi di dalam negeri (seperti naiknya upah buruh).
- Inflasi dari Luar Negeri (Imported Inflation), yaitu inflasi yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari luar negeri. Inflasi ini timbul lantaran adanya perdagangan antarnegara. Jika suatu negara mengalami inflasi maka inflasi tersebut sanggup menular ke negara-negara lain yang mempunyai kekerabatan dagang dengannya.
Contohnya, jikalau negara kita mengimpor faktor-faktor produksi (berupa materi baku dan mesin) serta mengimpor barang-barang jadi (seperti motor, mesin cuci, dan kipas angin) dari Jepang, maka jikalau di Jepang harga faktor-faktor produksi dan barang jadi tersebut naik (inflasi), otomatis negara kita juga akan mengalami inflasi. Sebab barang-barang yang kita buat dengan faktor- faktor produksi dari Jepang tentu akan dijual lebih mahal, dan barang- barang jadi dari Jepang pun dijual lebih mahal.
Penyebab-Penyebab Inflasi
Ada banyak teori inflasi yang dikemukakan oleh para jago untuk menjelaskan penyebab terjadinya inflasi. Dari teori-teori inflasi tersebut, sanggup kita simpulkan bahwa inflasi sanggup terjadi lantaran adanya banyak sekali faktor penyebab, yang meliputi:
Kelebihan Permintaan
Inflasi terjadi jikalau ada kelebihan seruan yang tidak sanggup dipenuhi oleh produsen, yang disebut dengan istilah demand pull inflation (lihat lagi di macam-macam inflasi menurut penyebab).
Kenaikan Biaya Produksi
Inflasi terjadi jikalau biaya produksi meningkat, yang selanjutnya berakibat pada naiknya harga jual barang-barang dan jasa.
Pencetakan Uang Baru oleh Pemerintah
Inflasi terjadi jikalau pemerintah mencetak uang gres untuk menutupi anggaran negara yang defisit. Pencetakan uang gres sanggup mengakibatkan jumlah uang yang beredar lebih banyak dan tidak seimbang dengan jumlah barang dan jasa sehingga harga-harga akan naik (inflasi).
Lambatnya Produksi Barang Tertentu, Terutama Produksi Makanan
Produksi kuliner (pertanian) berbeda dengan produksi pabrik, alasannya yaitu produksi kuliner (pertanian) dibatasi oleh faktor animo atau genetika. Misalnya, jikalau produksi sepatu sanggup dipercepat dari satu bulan menjadi hanya satu pekan, maka produksi padi tidak sanggup dipercepat dari empat bulan menjadi satu bulan. Di samping itu, lantaran pertambahan penduduk lebih cepat dibanding pertambahan materi makanan, maka jumlah penawaran produk kuliner jauh lebih kecil dibandingkan permintaannya. Akibatnya, sanggup dipastikan harga kuliner akan naik. Harga kuliner yang naik biasanya akan diikuti oleh naiknya harga barang-barang yang lain (terjadi inflasi). Penyebab inflasi ini terutama terjadi di negara-negara berkembang.
Sikap Konsumen (Masyarakat) terhadap Informasi
Kenaikan Harga Apabila konsumen menerima warta bahwa harga-harga akan naik, contohnya disebabkan oleh naiknya harga BBM, biasanya konsumen akan berlomba membeli barang-barang sebelum harga betul-betul naik. Akibatnya, seruan akan meningkat tajam dan tidak seimbang dengan jumlah barang yang tersedia sehingga niscaya terjadi inflasi.
Sikap Produsen terhadap Informasi Kenaikan
Harga Apabila produsen mendengar bahwa harga-harga akan naik maka sebagian produsen justru akan menimbun barang sambil menunggu harga betul-betul naik, dengan tujuan semoga menerima laba yang lebih besar. Ketika harga betul-betul naik tetap saja ada sebagian dari produsen yang tidak menjual barangnya, lantaran masih menunggu kenaikan harga yang lebih tinggi lagi. Perilaku produsen ibarat ini mengakibatkan penawaran jauh lebih kecil dibanding permintaan, padahal dalam keadaan ibarat ini para konsumen berlomba-lomba membeli barang, risikonya niscaya terjadi inflasi.
Kebijakan Pemerintah yang Kurang Tepat
Kebijakan pemerintah yang kurang sempurna sanggup memicu timbulnya inflasi. Misalnya, jikalau pemerintah menetapkan hukum (syarat) sumbangan kredit yang terlalu longgar maka sanggup dipastikan akan lebih banyak pengusaha yang menerima kredit (pinjaman uang). Akibatnya, jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga memicu timbulnya inflasi.
Tingginya angka inflasi mengakibatkan nilai uang semakin tidak berharga. Oleh lantaran itu, maka pemerintah melalui bank Indonesia akan mengeluarkan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter yang nantinya diperlukan sanggup meredam angka inflasi. Inflasi sanggup sangat mengancam stabilitas ekonomi, keamanan dan stabilitas politik dalam suatu negara. Jika terlalu tinggi, maka inflasi sanggup mengakibatkan terjadinya krisis moneter.