Tuesday, April 9, 2019

Struktur Organisasi Kehidupan

Struktur organisasi kehidupan sanggup disusun sebagai berikut: organisasi tingkat molekul - sel - jaringan - organ - sistem organ - individu - populasi - komunitas - ekosistem - biosfir. Molekul-molekul akan membentuk sel, lalu sel-sel tersebut bergabung membentuk suatu jaringan. Jaringan yang terhubung satu sama lain membentuk organ. Organ-organ yang saling bekerja sama akan membentuk sistem organ sehingga kesudahannya terwujudlah individu makhluk hidup.

Struktur organisasi kehidupan tidak berhenti hingga di situ.  Individu atau makhluk hidup tidak akan sanggup berkembang biak bila sendirian, sehingga akan membentuk populasi. Kumpulan populasi akan membentuk ekosistem, dan pada kesudahannya terdiri banyak sekali macam ekosistem yang ada di dalam biosfer. Berikut ini yakni klarifikasi mengenai struktur organisasi kehidupan makhluk hidup mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.

1. Organisasi kehidupan tingkat molekul 


Organisasi tingkat molekul yakni organisasi kehidupan pada tingkat paling rendah alasannya materi penyusunnya hanya terdiri atas asam nukleat, yaitu Asam Deoksi Ribonukleat (ADN) atau Asam Ribonukleat (ARN) dan protein, contohnya virus. Virus berukuran (2 – 20) milimikron, hanya sanggup hidup di dalam sel yang hidup, dan sanggup berkembang biak. Virus merupakan bentuk peralihan antara benda hidup dan benda mati alasannya sanggup berbentuk kristal. 

2. Organisasi kehidupan tingkat sel 


Tiap makhluk hidup terdiri dari sel. Teori ini disebut teori sel, dikembangkan oleh Schleiden (1804 – 1881) dan Schwann (1810 – 1892). Keduanya berkebangsaan Jerman. Amoeba dan Paramaecium yang hanya terdiri atas sebuah sel tergolong organisme bersel tunggal atau uniseluler, sedangkan organisme yang tersusun dari banyak sel disebut organisme bersel banyak atau multiseluler. 

Pada umumnya mikroorganisme yang tergolong dalam kingdom monera dan protista hanya terdiri dari inti sel. Sejarah penelitian perihal sel periode pertama berjalan 200 tahun. Diawali oleh Robert Hooke (1635 – 1703) yang mengamati sayatan gabus dengan memakai mikroskop. Kemudian Schleiden (1804 – 1881) dan Schwann (1810 – 1882) yang mengadakan pengamatan berulang-ulang terhadap sel-sel binatang dan tumbuhan dengan mikroskop. 

Pada tahun 1831 Robert Brown spesialis biologi dari Scotlandia, melaporkan pengamatannya perihal adanya benda kecil yang terapung dalam cairan sel yang disebut sebagai inti sel atau nukleus. Penyelidikan sel selanjutnya terfokus pada cairan sel yang disebut protoplasma oleh Felix Dujardin (1835), Johannes Purkinje (1787 – 1869) dan Max Schultze (1825 – 1874). Teori sel yang semula hanya menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan struktural dari kehidupan, ditambah dengan pernyataan bahwa sel juga merupakan kesatuan fungsional dari kehidupan. Rudolf Virchow pada tahun 1858 menyatakan bahwa semua sel berasal dari sel-sel juga (omnis cellula cellula), maka dengan kata lain, sel juga merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk hidup. 

Periode kedua sejarah penelitian sel yakni eksperimen- eksperimen, salah satu hasilnya yakni diketahui adanya faktor menawan yang terdapat di dalam nukleus, yaitu kromosom. Berdasarkan pengetahuan itu, maka sanggup dikatakan bahwa sel merupakan kesatuan hereditas. Penemuan yang paling modern ketika ini yakni adanya mikroskop elektron yang sanggup memperlihatkan gambar dengan skala 1.000.000 u ukuran benda yang sesungguhnya. Berikut ini yakni bentuk dan susunan sel. 

3. Organisasi kehidupan tingkat jaringan 


Sel merupakan kesatuan bentuk kehidupan (teori sel). Di dalam badan organisme multiseluler terdapat banyak sel yang berbeda bentuk dan fungsinya. Bentuk dan susunan sel tergantung pada letak dan fungsinya di dalam tubuh. Sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya membentuk kelompok yang disebut jaringan. Untuk sanggup membentuk suatu jaringan, sel mengalami perubahan bentuk dan fungsinya. Sel-sel yang mengalami perubahan biasanya pada jaringan embrionel, contohnya jaringan meristem pada titik tumbuh suatu tumbuhan membentuk jaringan epidermis, jaringan pembuluh, dan lain-lain. Pada binatang juga terjadi perubahan yang demikian, zigot mengalami pembelahan sel membentuk blastula. Pada perkembangan selanjutnya sel-sel penyusun blastula berubah bentuk dan fungsinya menjadi banyak sekali jaringan tubuh, menyerupai jaringan kulit, jaringan otot, dan lain-lain. 

4. Organisasi kehidupan tingkat organ 


Jaringan sebagai suatu organisasi sel belum sanggup berfungsi dalam badan organisme bila tidak bekerja sama dengan jaringan yang lain, jantung contohnya harus dilengkapi dengan jaringan otot, jaringan saraf, jaringan darah, jaringan ikat, dan jaringan epitel. Jaringan-jaringan tersebut bekerja sama supaya jantung sanggup bekerja dengan baik. Jantung yakni organ atau alat tubuh. Organ badan yang lain contohnya ginjal, liver, dan paru-paru. Organ-organ ini pun memiliki organisasi tertentu untuk membentuk sistem tertentu pula. Misalnya sistem pernapasan terdiri atas beberapa organ antara lain hidung, rongga hidung, tenggorokan, cabang batang tenggorokan dan paru-paru. Organisasi semacam ini disebut sistem organ.

5. Organisasi kehidupan tingkat individu 

sel tersebut bergabung membentuk suatu jaringan STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN


Dalam badan kita terdapat banyak sekali macam sistem organ. Seluruh sistem itu saling berinteraksi melakukan suatu fungsi dalam badan makhluk hidup. Makhluk hidup yang terdiri atas banyak sekali sistem organ disebut satu individu. Setiap insan termasuk individu. Demikian pula tiap-tiap ekor semut dalam sekelompok semut atau tiap-tiap ekor domba dalam kawanannya dan tiap pohon teh dalam sebuah perkebunan. 

6. Organisasi kehidupan tingkat populasi 


Kita dikelilingi banyak sekali jenis makhluk hidup yang bermacam-macam, contohnya ayam, mangga, pepaya, kambing, dan lain-lain. Populasi merupakan tingkatan organisasi yang terdiri atas sekelompok individu sejenis yang menempati ruang dan waktu yang sama. Apabila berbicara mengenai populasi, kita harus menyebutkan jenis individu yang dibicarakan dalam batas waktu dan daerah tertentu. Misalnya populasi pohon bakau di hutan mangrove pada tahun 1990. Kita tidak sanggup menyampaikan bahwa pohon bakau yang hidup di hutan mangrove dan di pesisir pantai selatan yakni satu populasi, alasannya tempatnya berbeda. 

7. Organisasi kehidupan tingkat ekosistem 


Makhluk hidup hanya sanggup hidup di tempat-tempat dengan syarat-syarat tertentu untuk hidupnya, contohnya bakau- bakau tumbuh di pantai, lumut hidup di tempat-tempat lembap, dan pohon kurma hidup di tempat-tempat kering. Namun, ada juga makhluk hidup yang tidak terikat pada syarat-syarat tertentu sanggup hidup di banyak sekali daerah yang keadaannya berlainan. 

Berbagai jenis makhluk hidup yang memerlukan syarat lingkungan sama dan dalam beberapa hal saling membutuhkan, biasanya akan hidup bersamaan. Misalnya di persawahan terdapat padi, katak, ulat, dan tikus. Kelompok organisme yang hidup bantu-membantu disebut komunitas. Setiap organisme hidup dalam lingkungannya masing- masing, lingkungan biotik dan lingkungan abiotiknya. Lingkungan biotik, yaitu semua organisme yang terdapat di sekelilingnya. 

Adapun lingkungan abiotik, yaitu faktor-faktor menyerupai iklim (suhu, kelembapan, cahaya) dan daerah hidupnya (tanah, air, udara). Untuk mendapat energi dan materi yang diharapkan untuk hidupnya, semua komunitas bergantung kepada lingkungan abiotik. Organisme produsen memerlukan energi, cahaya, oksigen, karbon dioksida, air, dan garam-garam dari lingkungan abiotik. Setelah materi dan energi diuraikan produsen, hasilnya sanggup diteruskan kepada konsumen tingkat pertama. Kemudian ke konsumen tingkat kedua dan seterusnya. Materi dan energi yang berasal dari lingkungan abiotik akan kembali lagi ke lingkungan abiotik lagi. Dengan demikian komunitas dan lingkungan abiotiknya merupakan suatu sistem. Setiap sistem demikian dinamakan ekosistem. 

8. Organisasi kehidupan tingkat bioma 


Semua komunitas biotik bekerjasama dengan komunitas biotik lain di sekelilingnya. Demikian pula ekosistem bekerjasama dengan ekosistem lain di sekelilingnya. Ekosistem hutan bekerjasama dengan ekosistem sungai. Ekosistem sungai bekerjasama dengan laut. Dengan demikian, semua ekosistem di bumi ini saling berhubungan, sehingga bumi merupakan suatu ekosistem besar disebut juga biosfer.

Demikianlah klarifikasi mengenai banyak sekali tingkat organisasi kehidupan makhluk hidup mulai dari yang terkecil hingga dengan yang terbesar. Semoga bermanfaat.

Load comments