Teori-teori inflasi ialah teori-teori yang dikemukakan oleh para andal ekonomi untuk menjelaskan penyebab terjadinya inflasi. Dalam ilmu ekonomi, ada 3 teori yang dikenal, yaitu teori kuantitas Irving Fischer, teori Keynes, dan teori strukturalis. Berikut ini klarifikasi mengenai teori-teori inflasi tersebut.
Teori Kuantitas
Teori ini dikemukakan oleh Irving Fisher. Teori kuantitas membahas proses terjadinya inflasi yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu:
1) Jumlah uang yang beredar
Inflasi hanya terjadi jikalau jumlah uang yang beredar ditambah. Makara seandainya terjadi kenaikan harga, asalkan jumlah uang yang beredar tidak ditambah, maka harga akan turun dengan sendirinya, dan inflasi yang ditakutkan pun mustahil terjadi.
2) Psikologi masyarakat
Yang dimaksud psikologi masyarakat ialah perilaku dan cita-cita (ekspektasi) masyarakat terhadap kenaikan harga. Umumnya masyarakat tidak mengharapkan terjadinya kenaikan harga sehingga jikalau mereka mendapatkan pendapatan, sebagian akan ditabung. Akan tetapi, jikalau masyarakat mulai sadar akan adanya inflasi maka dikala mendapatkan pendapatan, seluruhnya akan dibelanjakan. Dengan demikian, usul akan naik. Akibatnya harga-harga ikut naik, dan inflasi pun semakin meningkat. Selanjutnya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap nilai uang yang mereka miliki.
Teori Keynes
Teori ini dikemukakan oleh andal ekonomi berjulukan Keynes, yang menyatakan bahwa terjadinya inflasi disebabkan oleh masyarakat yang ingin hidup melebihi batas kemampuan ekonominya. Masyarakat saling berebut rezeki semoga sanggup memakai lebih banyak barang dan jasa yang tersedia, hasilnya usul akan melebihi penawaran. Dalam kondisi ini, terjadilah inflationary gap (celah inflasi). Celah inflasi terjadi lantaran adanya kelompok pemenang (yang terdiri dari pemerintah, pengusaha dan buruh) yang bisa mewujudkan keinginannya lantaran didukung sejumlah dana. Bagaimana kelompok pemenang memperoleh dana? Pemerintah memperoleh dana dengan menjalankan anggaran defisit yang ditutup dengan pencetakan uang baru. Pencetakan uang gres akan mendorong timbulnya inflasi. Buruh memperoleh dana dengan cara menuntut upah yang lebih tinggi. Pemberian upah yang lebih tinggi, akan memicu kenaikan harga-harga barang dan terjadilah inflasi.
Selain kelompok pemenang yang telah memicu terjadinya inflasi, terdapat pula kelompok yang kalah, yaitu kelompok yang tidak bisa berebut rezeki lantaran tidak sanggup meningkatkan pendapatannya. Mereka itu ialah para pensiunan, pegawai negeri dan petani.
Teori Strukturalis
Menurut teori ini, inflasi terjadi lantaran kekakuan struktur ekonomi yang terutama terjadi di negara berkembang. Ada dua kekakuan utama pada struktur ekonomi negara berkembang, yaitu:
- Kekakuan penerimaan ekspor, yaitu bahwa nilai penerimaan ekspor selalu bertambah lebih lamban daripada nilai impor, akhir kelambanan tersebut negara mengalami kesulitan membiayai impor bahan-bahan baku dan barang modal (mesin-mesin). Karena itu, pemerintah menggiatkan industri dalam negeri dalam rangka mengganti barang- barang yang selama ini diimpor. Oleh lantaran umumnya biaya produksi industri dalam negeri cenderung lebih mahal maka harga-harga jual barang pun menjadi naik dan terjadilah inflasi.
- Kekakuan penawaran materi makanan Pada umumnya di negara berkembang penawaran materi makanan lebih lamban jikalau dibandingkan pertambahan jumlah penduduk dan pendapatan per kapita, hasilnya harga materi makanan akan naik melebihi harga barang- barang lain. Karena materi makanan merupakan kebutuhan primer maka naiknya harga materi makanan mendorong para buruh menuntut kenaikan upah. Upah yang naik menyebabkan naiknya biaya produksi di banyak sekali perusahaan yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual banyak sekali macam barang dan jasa sehingga terjadilah inflasi.
Berdasarkan teori kuantitas Fischer, inflasi dipengaruhi oleh jumlah uang dan psikologi masyarakat. Jika jumlah uang terlalu banyak, maka inflasi terjadi. Jika masyarakat terlalu membelanjakan uang, maka inflasi juga terjadi. Oleh lantaran itu, informasi rush money yang mendorong masyarakat untuk menarik uang dari bank sangat berbahaya bagi perekonomian.
Menurut teori Keynes, inflasi terjadi lantaran masyarakat ingin hidup melebihi kemampuannya. Dampak inflasi dalam teori inflasi Keynes ini sangat parah pada pada pensiunan pegawai negri dan petani yang tingkat pendapatannya stabil sementara harga barang selalu naik.