Monday, April 8, 2019

Unsur-Unsur Peta

Sebuah peta yang bermanfaat harus sanggup menjelaskan citra suatu kawasan dengan baik. Oleh alasannya yaitu itu, maka sebuah peta harus terdiri dari unsur-unsur peta sehingga sanggup dibaca oleh penggunanya dan sanggup bermanfaat. Pengertian peta secara umum yaitu citra sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dituangkan dalam bidang datar yang diperkecil dengan skala untuk menggambarkan suatu kawasan atau wilayah. Suatu peta dikatakan lengkap dan baik bila memenuhi unsur-unsur sebagai berikut.

Judul Peta

Judul peta harus menggambarkan isi dan karakteristik peta yang digambar. Pemberian judul peta tidak harus berada di atas, penempatannya sanggup di mana saja selama tidak mengganggu makna dari peta, dan masih berada pada garis tepi peta. Dengan adanya judul, maka pembaca akan mengetahui isi peta tersebut. Misal, peta iklim, peta curah hujan, peta persebaran objek wisata, dan sebagainya.

Garis Tepi (Border)

Garis tepi atau border yaitu garis yang terletak di penggalan tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Biasanya garis ini dibentuk rangkap dua dan tebal.

Orientasi

Orientasi merupakan arah penunjuk mata angin. Pada peta biasanya arah mata angin menunjuk ke utara. Penempatan mata angin ini boleh di sembarang tempat, asal  masih berada dalam garis tepi dan tidak mengganggu pembacaan peta.

Skala Peta

Skala peta memperlihatkan perbandingan jarak, antara jarak di peta dengan jarak bahwasanya di lapangan. Misalnya, peta berskala 1 : 100.000 artinya tiap jarak 1 cm di peta sama dengan jarak 100.000 cm di lapangan.

Legenda

Legenda yaitu keterangan mengenai simbol-simbol yang terdapat di dalam peta. Legenda biasanya terletak di sebelah kiri, kanan ataupun bawah dari peta yang digambar.

 Sebuah peta yang bermanfaat harus sanggup menjelaskan citra suatu kawasan dengan baik Unsur-Unsur Peta

Garis Bujur dan Garis Lintang

Garis bujur dan garis lintang disebut juga dengan garis astronomi. Garis bujur biasanya ditunjukkan dengan satuan derajat.

Simbol Peta 

Simbol merupakan tanda konvensional yang terdapat di dalam peta untuk mewakili keadaan bahwasanya yang ada di lapangan. Syarat-syarat simbol yang baik adalah:
  1. kecil, semoga tidak terlalu banyak memerlukan ruang pada peta, 
  2. sederhana, supaya gampang dan cepat digambar, dan 
  3. jelas, semoga tidak mengakibatkan salah tafsir bagi pembaca peta.

Secara garis besar, simbol-simbol yang dipakai pada peta tematik hanya memiliki ketentuan-ketentuan berdasarkan temanya saja. Umumnya tema tersebut memiliki sifat kualitatif dan kuantitatif. Menurut artinya, simbol dibagi menjadi dua, yaitu simbol kualitatif dan kuantitatif. 
  • Simbol Kualitatif Simbol kualitatif menyatakan identitas atau melukiskan keadaan orisinil unsur- unsur yang diwakilinya. Simbol ini memiliki laba yaitu, gampang untuk dikenali, sedangkan kekurangannya yaitu simbol tersebut sulit untuk digambar. Simbol ini tidak menyajikan besar atau banyaknya unsur yang diwakilinya. 
  • Simbol Kuantitatif Simbol ini melukiskan keadaan aslinya dan memperlihatkan besar atau banyaknya unsur yang diwakilinya. Umumnya pemetaan simbol kuantitatif memakai data-data statistik, sehingga sering disebut pemetaan statistik.

Berdasarkan bentuknya, simbol dibagi menjadi 3 sebagai berikut: 
  1. Simbol titik/dot, dipakai untuk menyatakan posisi atau lokasi suatu tem- pat. Simbol yang dipakai sanggup berupa simbol pictorial (gambar) maupun huruf. 
  2. Simbol garis, dipakai untuk menggambarkan batas-batas administrasi, jalan, maupun sungai. 
  3. Simbol luas, dipakai untuk memperlihatkan suatu tempat tertentu, menyerupai hutan atau rawa.


Lettering 

Lettering yaitu semua goresan pena yang bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk aksara mencakup aksara kapital, aksara kecil, kombinasi aksara kapital-kecil, tegak (Roman), dan miring (Italic). Beberapa pola cara penulisan pada peta yaitu sebagai berikut: 
  1. Judul peta ditulis dengan aksara kapital dan tegak.
  2. Hal-hal yang berkaitan dengan air ditulis dengan aksara miring. Tulisan untuk sungai sejajar dengan arah sungai dan sanggup terletak di atas atau di bawahnya. 
  3. Besar kecilnya aksara diubahsuaikan dengan kebutuhan, yaitu memerhatikan unsur keindahan dan seni peta. 
  4. Tulisan nama ibu kota lebih besar daripada goresan pena nama kota-kota lain.

Sumber Data dan Tahun Pembuatan 

Sumber data dan tahun pembuatan perlu dimasukkan dalam peta semoga sanggup diketahui dari mana asal datanya dan tahun pembuatannya.

Warna Peta 

Warna memiliki peranan yang sangat penting dalam membedakan banyak sekali unsur yang terdapat dalam peta. Warna-warna tersebut  antara lain: 
  1. hitam, warna ini dipakai untuk memperlihatkan batas administrasi, lettering, maupun detail penghunian, 
  2. biru, warna ini dipakai untuk memperlihatkan badan air, menyerupai sungai, danau, serta laut. Degradasi warna biru muda sampai biru renta mununjukkan tingkat kedalaman dari badan air. Semakin renta warna birunya, maka semakin dalam badan air tersebut,
  3. hijau, warna ini dipakai untuk memperlihatkan dataran rendah, vegetasi atau tumbuhan, serta hutan, 
  4. coklat, warna ini memperlihatkan kawasan yang memiliki kemiringan lereng yang amat besar, contohnya dataran tinggi atau kawasan pegunungan, dan 
  5. merah, warna ini dipakai untuk memperlihatkan jalan raya atau untuk memperlihatkan letak kota atau ibu kota.
Demikianlah klarifikasi mengenai unsur-unsur peta. unsur peta sangat penting adanya semoga peta sanggup dibaca dan memperlihatkan gosip yang bermanfaat bagi pembacanya. semoga bermanfaat.

Load comments