Wednesday, July 31, 2019

Faktor Pendorong Dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya

Faktor pendorong perubahan sosial budaya 


Adapun faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial budaya yaitu :


1. Kontak dengan kebudayaan lain


Kontak dengan kebudayaan lain bisa menjadikan terjadinya perubahan sosial budaya lantaran unsur-unsur kebudayaan tersebut akan saling menyebar dari masyarakat yang satu ke masyarakat yang lainnya. Peristiwa itu disebut difusi, yaitu suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari orang perorangan kepada orang lain, dan dari masyarakat yang satu ke masyarakat yang lain.

Ada perbedaan antara difusi dan akulturasi kebudayaan mempunyai persamaan dan perbedaan. Persamaannya ialah bahwa kedua proses tersebut membutuhkan adanya suatu kontak. Tanpa adanya kontak, difusi dan akulturasi tidak akan mungkin terjadi. Akan tetapi, dalam proses difusi berlangsung kontak tersebut tidak perlu ada secara eksklusif dan kontinu sedangkan akulturasi memerlukan kekerabatan yang dekat, langsung, dan kontinu (berkesinambungan).

Proses difusi sanggup menjadikan lancarnya proses perubahan sosial budaya, lantaran difusi tersebut sanggup memperkaya dan menambah unsur-unsur kebudayaan, yang seringkali memerlukan perubahan-perubahan dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan atau bahkan mengganti lembaga-lembaga kemasyarakatan yang usang dengan forum kemasyarakatan yang baru.

Kita bisa melihat imbas kontak dengan kebudayaan lain terhadap perubahan sosial budaya di negara kita sendiri. Saat ini, kehidupan masyarakat terutama di tempat metropolitan bisa dibilang sudah kebarat-baratan.


2. Sistem pendidikan formal yang maju


Pendidikan mengajarkan insan untuk sanggup berpikir secara objektif, yang akan sanggup menawarkan kemampuan baginya untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya akan sanggup memenuhi kebutuhan-kebutuhan zaman atau tidak.

Pendidikan menawarkan suatu nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam membuka pikirannya serta mendapatkan hal-hal gres da juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah.

Adanya pendidikan formal yang maju membawa dampak pada perubahan sosial budaya. Di suku-
suku pedalaman misalnya, dengan adanya pendidikan, maka masyarakat yang tadinya belum berpakaian, masih mengenal perbudakan, sekarang mulai bermetamorfosis masyarakat yang lebih modern.

 Faktor pendorong perubahan sosial budaya Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya


3. perilaku menghargai hasil karya dan impian untuk maju


Masyarakat akan menawarkan pendorong bagi usaha-usaha untuk mengadakan penemuan-penemuan gres apabila mempunyai perilaku menghargai hasil karya orang lain dan mempunyai impian untuk maju.

Salah satu hasil karya yang sangat mempunyai imbas besar terhadap perubahan sosial dan budaya saat ini ialah keberadaan internet, yang melahirkan sosial media yang menjadikan bergesernya pergaulan masyarakat dari kehidupan di dunia konkret ke kehidupan di dunia maya.


4. Toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang (deviation) yang bukan merupakan delik


Artinya apabila masyarakat sudah mendapatkan suatu tindakan yang berbeda dari kebiasaan masyarakat di mana perbuatan tersbeut bukan merupakan sebuah kejahatan.

5. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat (open stratification)


Sistem yang terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertical yang luas yang berarti memberi kesempatan bagi orang perorangan untuk maju atas dasar kemampuan-kemampuannya. Dalam keadaan demikian, seseorang mungkin akan mengadakan identifikasi dengan warga-warga yang mempunyai status yang lebih tinggi.

6. penduduk yang heterogen


Masyrakat yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang mempunyai latar belakang kebudayaan dari ras yang berbeda, ideologi yang berbeda dan seterusnya, mempermudah terjadinya pertentangan-pertentangan yang menjadikan kegoncangan-kegoncangan. Keadaan tersebut merupakan pendorong bagi terjadinya perubahan-perubahan sosial budaya dalam masyarakat.

7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu


Keadaan ini apabila telah terjadi dalam waktu yang lama, serta masyarakat mengalami tekanan-tekanan dan kekecewaan, sanggup menjadikan timbulnya suatu revolusi dalam masyarakat tersebut.


Faktor penghambat perubahan sosial budaya


Faktor-faktor penghambat terjadinya perubahan sosial budaya antara lain :

1. Kurangnya kekerabatan dengan masyarakat lain


Kehidupan yang terasing dari masyarakat menjadikan masyarakat tersebut tidak mengetahui perkembangan-perkembangan apa yang terjadi pada masyarakat lain yang mungkin akan memperkaya kebudayaannya sendiri. Hal itu juga menjadikan para warga masyarakat terkungkung dalam pola-pola pemikirannya oleh tradisi.

2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat


Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat dalam suatu masyarakat bisa menjadi faktor penghambat perubahan sosial budaya. Hal ini mungkin disebabkan lantaran hidup masyarakat tersebut terasing dan tertutup atau mungkin lantaran usang dijajah oleh masyarakat lain.

3. Sikap masyarakat yang sangat tradisional


Suatu perilaku yang mengagung-agungkan tradisi dari masa lampau serta anggapan bahwa tradisi tersebut secara mutlak tidak sanggup diubah, menghambat jalannya proses perubahan. Keadaan tersebut menjadi lebih parah apabila golongan konservatif yang berkuasa dalam masyarakat yang bersangkutan.

4. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam sangat berpengaruh (vested interests)


Dalam masyarakat terdapat kelompok sosial tertentu yang dianggap lebih tinggi. Mereka menikmati posisi itu dan berusaha mempertahankannya sehingga menutup diri dari proses-proses perubahan.

5.  Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan


Unsur-unsur dari luar dikhawatirkan akan menggoyahkan integrasi kebudayaan dan menjadikan perubahan-perubahan pada aspek tertentu dalam masyarakat.

6. Prasangka terhadap hal-hal gres atau abnormal atau perilaku yang tertutup


Sikap yang demikian ini banyak dijumpai pada masyarakat-masyarakat yang pernah dijajah. Masyarakat yang pernah dijajah oleh dunia Barat, mencurigasi sesuatu yang berasal dari negara-negara Barat, oleh lantaran mereka tidak lupa pada pengalaman-pengalaman pahit selama penjajahan. Karena kebetulan unsur-unsur gres kebanyakan berasal dari  negara-negara Barat, maka prasangkan bahwa melalui unsur-unsur tersebut, penjajahan akan masuk lagi.

7. Hambatan-Hambatan yang bersifat ideologis


Setiap perjuangan mengadakan perubahan-perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai perjuangan yang berlawanan dengan ideologi masyarakat yang merupakan dasar integrasi masyarakat tersebut.

Demikianlah klarifikasi mengenai faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial budaya. Semoga bermanfaat.

Load comments