Kalimat sanggup disampaikan secara eksklusif maupun tidak langsung. Kalimat eksklusif disampaikan secara lisan, sedangkan kalimat tidak eksklusif disampaikan secara tertulis. Apa perbedaan kalimat eksklusif dan tidak langsung ? bagaimana contoh kalimat eksklusif dan tidak langsung ? berikut ini yaitu penjelasannya.
Kalimat langsung
Kalimat eksklusif yaitu kalimat yang menirukan ucapan seseorang secara langsung. Kalimat eksklusif sanggup disajikan atau dituliskan dengan bahasa tulis dengan hukum sebagai berikut :
- Bagian ucapan eksklusif ditulis di antara tanda petik atau tanda kutip (“….”)
- Sebelum kutipan langsung, diberi tanda koma (,). Aturan ini tidak berlaku jikalau kutipan diletakkan di depan.
- Kutipan kalimat eksklusif didahului dengan tanda petik buka dan diakhiri dengan tanda petik tutup.
- Kalimat eksklusif diakhiri dengan tanda baca yang sesuai, menyerupai tanda Tanya, tanda titik atau tanda seru.
- Kalimat isu diakhiri dengan tanda koma sebelum menyebutkan pembicara.
- Kata korelasi yang dipakai untuk mengacu pada orang yang diajak bicara aksara awalnya ditulis dengan aksara besar atau aksara kapital.
Kalimat eksklusif terdiri atas dua bagian. Bagian pertama kalimat eksklusif yaitu pengiring, yaitu kepingan sebelum pernyataan yang ditulis di antara tanda petik. Kedua yaitu kepingan petikan, yaitu kepingan yang tertulis di antara tanda petik
Kalimat eksklusif sanggup dibentuk dalam bentuk kalimat Tanya, kalimat isu ataupun kalimat perintah. Berikut ini yaitu teladan kalimat eksklusif lengkap.
Contoh kalimat eksklusif berbentuk kalimat berita
Pak Ali berkata, “ Hari ini bisnis akan berjalan dengan penuh tantangan, jadi kita harus siap bekerja keras.”
Atau
“ Hari ini bisnis akan berjalan dengan penuh tantangan, jadi kita harus siap bekerja keras.”, kata Pak Ali.
Presiden berkata, “ Di masa depan, generasi muda kita akan menjadi generasi paling unggul.”
Atau
“ Di masa depan, generasi muda kita akan menjadi generasi paling unggul.” Kata Presiden.
Contoh kalimat eksklusif dalam bentuk kalmiat Tanya
Dia bertanya kepada saya, “ Apakah kau mencintaiku ?”
Atau
“Apakah kau mencintaiku ?” Tanya ia kepada saya.
Pak Budi bertanya “di mana perusahaan kau beroperasi ? “
Atau
“di mana perusahaan kau beroperasi ?” Tanya pak Budi.
Contoh kalimat eksklusif dalam bentuk kalimat perintah
Pak Alex memerintahkan pegawainya, “cepat angkat barang-barang ini sebelum berair sebab hujan !”
Atau
“cepat angkat barang-barang ini sebelum berair sebab hujan !” perintah Pak Alex kepada anak buahnya.
Rudi berteriak, “ Keluar dari ruangan ini !”
Atau
“Keluar dari ruangan ini !” teriak Rudi.
Kalimat eksklusif sanggup diubah menjadi kalimat tidak langsung. Aturan perubahan bentuk kalimat eksklusif menjadi kalimat tidak eksklusif yaitu :
- Mengganti kata ganti “saya” menjadi “ia” atau “dia”.
- Mengubah kata ganti “kamu” menjadi “saya” atau “aku”.
- Mengubah kata ganti “kami” dan “kita” menjadi “mereka”.
- Tidak mengubah kata “mereka”, “ia” dan nama orang.
- Menggunakan kata “bahwa” pada kalimat isu langsung.
- Menggunakan kata penghubung kata Tanya dalam kalimat Tanya langsung.
- Menggunakan kata penghubung “agar” pada kalimat perintah langsung.
Contoh kalimat langsung diatas diubah menjadi kalimat tidak eksklusif :
- Pak Ali berkata bahwa hari ini bisnis akan penuh dengan tantangan, jadi mereka harus siap bekerja keras.
- Hari ini bisnis akan penuh dengan tantangan, jadi mereka harus siap bekerja keras, kata Pak Ali.
- Presiden berkata bahwa di masa depan generrasi muda mereka akan menjadi generasi muda paling unggul.
- Di masa depan, generasi muda mereka akan menjadi generasi muda paling unggul, kata presiden.
- Dia bertanya apakah saya mencintainya.
- Apakah saya mencintainya, ia bertanya kepada saya.
- Pak Budi bertanya dimana perusahaan saya beroperasi.
- Di mana perusahaan saya beroperasi, Tanya pak Budi.
- Pak Alex memrintahkan pegawainya supaya cepat mengangkat barang itu sebelum berair sebab hujan.
- Rudi berteriak supaya semua orang keluar dari ruangan itu.
Kalimat tidak langsung
Kalimat tidak langsung dipakai untuk menirukan ucapan seseorang. Jadi, kebalikan dengan kalimat eksklusif yang menirukan ucapan seseorang secara langsung.
Kalimat tidak eksklusif tidak dituliskan di antara tanda petik. Kalimat tidak eksklusif sudah diubah oleh penuturnya. Kata-kata “bahwa”, “apakah”, atau “agar” sanggup menyisip dalam kalimat.
Kalimat tidak eksklusif sanggup diubah menjadi kalimat eksklusif dengan mengikuti aturan-aturan berikut ini :
- Mengubah kata “kamu” dan “engkau” dalam kalimat tidak eksklusif menjadi “saya” dan “aku” dalam kalimat langsung.
- Mengubah kata ganti “aku” dan “saya” dalam kalimat tidak eksklusif menjadi “ia” dan “dia” dalam kalimat langsung.
- Mengubah kata ganti “-ku” dalam kalimat eksklusif menjadi “-nya” dalam kalimat tidak langsung.
- Mengubah kata ganti “kita” dalam kalimat tidak eksklusif menjadi kata ganti “mereka” dalam kalimat langsung.
Berikut ini yaitu contoh kalimat tidak langsung dan bagaimana cara mengubahnya menjadi kalimat langsung.
Kalimat tidak eksklusif :
Rina berjanji kepada ayahnya bahwa ia akan rajin belajar.
Diubah menjadi kalimat eksklusif menjadi :
Rina berjanji, “ Saya akan rajin berguru ayah “. Atau
“Saya akan rajin berguru ayah”, kesepakatan Rina.
Kalimat tidak eksklusif :
Pemimpin perusahaan bertanya kepada pegawainya perihal rencana kegiatan kerja mereka bulan depan.
Diubah menjadi kalimat eksklusif :
Pemimpin perusahaan bertanya kepada pegawainya “ Apa rencana kerja kalian bulan depan ? “ atau
“apa rencana kerja kalian bulan depan?” Tanya pemimpin perusahaan kepada pegawainya.
Kalimat eksklusif :
Rahmat menyuruh Andi untuk menutup pintu.
Kalimat tidak eksklusif :
Rahmat menyuruh Andi, “tutuplah pintu itu!” atau
“tutuplah pintu itu !”, suruh Rahmat kepada Andi.
Demikianlah klarifikasi mengenai pengertian kalimat langsung dan tidak langsung serta contoh kalimat eksklusif dan kalimat tidak langsung serta bagaimana cara mengubah kalimat eksklusif menjadi kalimat tidak langsung, dan cara mengubah kalimat tidak eksklusif menjadi kalimat langsung.