Friday, September 13, 2019

Faktor-Faktor Yang Menghipnotis Pembentukan Kepribadian Seseorang

Kepribadian berafiliasi bersahabat dengan peranan dan kedudukan seseorang dalam banyak sekali kelompok dan hal ini mempengaruhi kesadaran dirinya. Kepribadian memperlihatkan suatu identitas kepada seseorang sebagai individu yang unik.

Faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang berdasarkan Koentjaningrat yakni :
  1. Unsur naluri atau dorongan untuk memenuhi banyak sekali kebutuhan hidup baik kebutuhan jasmaniah maupun rohaniah. Dorongan hati meliputi dorongan seks, dorongan mempertahankan diri, dorongan mencari makan, dorongan bergaul, dorongan berpikir, dan dorongan memalsukan tingkah laku.
  2. Unsur pengetahuan, yaitu yang bersumber dari tumpuan piker yang rasional.
  3. Unsur perasaan.

Soerjono Soekanto menyatakan bahwa terbentuknya kepribadian seorang individu diperoleh melalui proses sosialisasi.

Horton menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian meliputi hal-hal sebagai berikut :
  1. Lingkungan fisik.
  2. Kebudayaan.
  3. Pengalaman Kelompok.
  4. Pengalaman unik.
  5. Warisan biologis.


Berdasarkan anutan Roucek dan Warren, ada tiga faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang individu, yaitu sebagai berikut :
  1. Faktor sosiologis atau lingkungan.
  2. Faktor psikologis atau kejiwaan.
  3. Faktor biologis atau fisik.

 Kepribadian berafiliasi bersahabat dengan peranan dan kedudukan seseorang dalam banyak sekali kelomp Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian Seseorang


Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk, terdiri dari banyak sekali suku bangsa dengan banyak sekali kebudayaan. Di mana antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lainnya sangat berbeda satu sama lain. Meskipun demikian setiap bidaya mempunyai sifat-sifat yang hampir sama, di antaranya yakni sebagai berikut :
  1. Budaya dimiliki bersama oleh suatu masyarakat.
  2. Budaya berfungsi membantu insan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup.
  3. Budaya diperoleh melalui proses berguru dalam masyarakat dan lingkungan hidupnya.
  4. Budaya cenderung bertahan dan berubah sesuai dengan situasi yang dialami oleh masyarakat yang bersangkutan.


Jika seorang individu dilahirkan di tengah-tengah masyarakat, maka semenjak kecil ia dibuat dan dipengaruhi oleh acara budaya setempat. Pengaruh tersebut meliputi hal-hla berikut :
  1. Sistem aktivitas.
  2. Benda-benda aktual yang merupakan hasil peradaban masyarakat.
  3. Sistem inspirasi atau gagasan.

Dengan demikian kepribadian individu terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga setiap orang mempunyai karakteristik yang relative sama kalau berasal dari lingkungan yang sama. Sehingga muncullah etos kebudayaan, yakni ciri khas kebudayaan masyarakat tertentu. Etos kebudayaan memperlihatkan tabiat khas dari suatu masyarakat yang terpancar dari tumpuan sikap warganya. Misalnya dalam hal pakaian adat, kesenian, bahasa daerahnya, dan lain-lain.

Hubungan kebudayaan khusus terhadap pembentukan kepribadian seseorang yakni sebagai berikut :
  1. Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan. Setiap tempat mempunyai keunikan budaya tersendiri. Misalnya masyarakat Minangkabau dikenal sebagai masyarakat yang suka bekerja keras dan suka merantau ke tempat lain. Hal ini besar lengan berkuasa terhadap kepribadian masyarakat Minangkabau sebagai masyarakat yang giat dalam berwiraswasta. Berbeda dengan adat Jawa yang mempunyai prinsip mangan ra mangan anggere ngumpul (makan tidak makan yang penting berkumpul).
  2. Kebudayaan khusus dalam bentuk cara hidup di kota dan desa yang berbeda. Ciri khas yang menonjol bagi kehidupan masyarakat kota yakni individualistis yang tinggi, sedangkan masyarakat desa mempunyai rasa solidaritas yang besar. Hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian masyarakat desa dan kota.
  3. Kebudayaan khusus berkaitan dengan kelas social. Pola kehidupan orang kaya dengan orang miskin berbeda. Orang kaya cenderung menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan pribadi, sedangkan orang miskin cenderung berhemat. Hal ini besar lengan berkuasa terhadap tumpuan sikap orang kaya dan orang miskin sehingga menjadi faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian mereka.
  4. Kebudayaan khusus atas dasar agama. Setiap agama menuntut kepada pengikutnya untuk menjalankan semua perintah agama yang tertera di dalamnya. Padahal setiap agama niscaya mempunyai ciri khas yang berbeda dengan agama lainnya, maka terbentuklah tumpuan kehidupan khas yang besar lengan berkuasa terhadap pembentukan kepribadian anggota masyarakat pengikut agama tersebut.
  5. Kebudayaan khusus atas dasar pekerjaan atau keahlian. Ruang lingkup pekerjaan yang berbeda-beda dan masing-masing mempunyai karakteristik yang membedakan antara pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lainnya mengakibatkan perbedaan penampilan dalam setiap pekerjaan.

Menurut pendapat Cooley, orang yang mengemukakan teoricermin diri (the looking glass self) menjelaskan wacana kepribadian, bahwa seseorang hanya sanggup berkembang dengan tunjangan orang lain. Tiga langkah dalam proses pembentukan cermin diri menyangkut hal-hal sebagai berikut :
  1. Imajinasi wacana pandangan orang lain terhadap diri sendiri.
  2. Imajinasi terhadap evaluasi orang lain terhadap apa yang terdapat pada diri masing-masing orang.
  3. Perasaan seseorang terhadap penilaian-penilaian tersebut.


Teori Cooley tersebut mempunyai kelemahan, sebagai berikut :
  1. Hanya cocok untuk kelompok social tertentu.
  2. Dianggap terlalu sederhana alasannya tidak menjelaskan wacana suatu kepribadian sampaumur yang sanggup menilai tingkah laris orang sampaumur dan dirinya sendiri.


Sigmun Freud beropini bahwa masyarakat atau lingkungan social selamanya akan mengalami konflik dengan kedirian dan selamanya menghalangi seseorang untuk mencapai kesenangannya. Menurut pendapat Sigmun Freud, bahwa diri mempunyai tiga cuilan dimensi, yaitu ego, inspirasi dan superego.

Ego merupakan nalar pikiran. Ide merupakan sentra nafsu dan dorongan yang bersifat naluriah dan tidak bersosial. Superego merupakan kompleks dari harapan dan nilai-nilai social yang dihayati oleh seseorang dan membentuk hati nurani, disebut kesadaran social.

Demikianlah klarifikasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Semoga goresan pena ini bermanfaat.

Load comments