Monday, September 23, 2019

Syarat-Syarat Interaksi Sosial


Interaksi sosial dilakukan dengan beberapa syarat sebab tidak semua tindakan insan dikenal sebagai interaksi sosial. Adapun syarat interaksi sosial yaitu kontak, tindakan sosial, dan komunikasi. Berikut ini yaitu klarifikasi masing-masing syarat-syarat interaksi sosial tersebut.


Kontak


Secara etimologis kontak berasal dari bahasa Latin “con” atau “cum” yang artinya bersama-sama, dan “tango” yang artinya menyentuh. Secara sederhana kontak sanggup diartikan menyentuh. Kontak sosial yaitu salah satu syarat interaksi sosial yang sanggup menghasilkan interaksi sosial baik positif ataupun negative.

Macam-macam kontak antara lain :

1. Kontak primer


Kontak primer yaitu kekerabatan awal dalam sebuah komunikasi. Kontak primer terjadi apabila pihak-pihak yang berkepentingan secara pribadi bertemu atau bertatap muka. Contoh : penjual dan pembeli, guru dan murid, atau dua orang yang sedang berpacaran.

2. Kontak sekunder


Kontak sekunder merupakan kontak yang terjadi melalui media, atau mediator dan biasanya tidak bertatap muka secara langsung. Pesan lewat sms, atau bertelepon merupakan pola dari kontak sekunder.

Kontak sekunder langsung, merupakan kontak yang dilakukan antara komunikator dengan komunikasi secara pribadi tetapi melalui media telepon.

Kontak sekunder tidak langsung, merupakan kontak yang dilakukan antara komunikan dengan komunikator secara tidak pribadi sebab melalui perantara, media, atau alat bantu lain yang keduanya tidak sanggup pribadi melaksanakan komunikasi atau  kontak. Contoh : melalui surat, perantara, pihak ketiga, dan sebagainya.

3. Kontak positif


Kontak atau kekerabatan dikala menghasilkan kerjasama ke arah yang positif maka dikenal dengan nama kontak positif.

4. Kontak negative


Sebuah kekerabatan dikala menghasilkan  sesuatu yang merusak, memecah belah, atau negative maka sanggup dikategorikan dalam konak negative.


 Interaksi sosial dilakukan dengan beberapa syarat sebab tidak semua tindakan insan dik Syarat-Syarat  Interaksi Sosial


Tindakan sosial


Tindakan sosial yaitu salah satu syarat interaksi sosial lainnya. Tidak semua tindakan insan sanggup digolongkan dalam tindakan sosial. Tindakan sosial hanya akan terjadi apabila seseorang tersebut tindakannya berkaitan dengan orang lain.

Seseorang yang sedang melongo atau menyanyi di kamar mandi tidak sanggup dikategorikan sedang melaksanakan tindakan sosial. Jadi, tindakan sosial yaitu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang mensugesti maksud orang lain untuk mencapai tujuantertentu. Oleh sebab itu tindakan sosial merupakan syarat untuk berafiliasi dengan orang lain.


Tindakan rasional instrumental


Tindakan rasional instrumental yaitu tindakan sosial yang dilakukan oleh seseorang dengan mempertimbangkan antara cara dan tujuan yang hendak dicapai. Tindakan ini dilakukan dengan pedoman yang matang. Misalnya : pemilihan pasangan hidup, pemilihan jurusan di perguruan tinggi tinggi ataupun pilihan karir.


Tindakan rasional berorientasi nilai


Tindakan rasional berorientasi nilai yaitu tindakan yang memperhatikan manfaat  dan tujuan merupakan sesuatu yang sangat penting dan dianggap baik dan benar, sehingga sanggup diketahui bahwa tindakan rasional berorientasi nilai yaitu tindakan yang memperhatikan cara namun sedikit mengabaikan cara. Contoh  tindakan rasional berorientasi nilai yaitu beribadah.


Tindakan tradisional


Tindakan tradisional yaitu tindakan sosial yang dilakukan dengan memperhitungkan kebiasaan atau tradisi sebelumnya. Cara dan tujuan jarang sekali diperhatikan. Contoh tindakan ini yaitu upacara adat, nyadran, dan tindakan sosial lain.


Tindakan afektif


Tindakan yang memperhitungkan perasaan dan emosi yang dikenal dengan tindakan afektif. Contoh tindakan afektif contohnya duka sebab kalah lomba, menangis haru sebab mendapatkan hadiah, dan sebagainya.



Komunikasi


Komunikasi yaitu syarat interaksi sosial yang terakhir. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan atau gosip dari satu pihak (individu atau kelompok) kepada kelompok lain (individu atau kelompok) memakai simbol-simbol.

Simbol dalam komunikasi sanggup berupa apa saja yang oleh penggunanya diberi makna tertentu, sanggup berupa kata-kata, benda, suara, warna, gerakan anggota badan/isyarat. Sebagaimana pengertian simbol yang dikemukakan oleh jago Antropologi Amerika Serikat berjulukan  Leslie White dalam The Evolution of Culture (1959), bahwa simbol yaitu sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan oleh mereka yang mempergunakannya.

Nilai dan makna tersebut tidak ditentukan oleh sifat-sifat yang secara intrinsic terdapat di dalam bentuk fisiknya. Proses komunikasi dinyatakan berhasil apabila simbol-simbol yang dipakai dipahami bersama oleh pihak-pihak yang terlibat , baik komunikator (pihak yang memberikan pesan) dan komunikan (pihak yang mendapatkan pesan)

Demikianlah klarifikasi mengenai syarat-syarat interaksi sosial. Semoga bermanfaat.

Load comments