Thursday, December 5, 2019

Macam-Macam Forum Keuangan Internasional : Bank Dunia, Imf, Bank Pembangunan Asia Dan Bank Pembangunan Islam

Lembaga keuangan internasional didirikan untuk menangani masalah-masalah keuangan yang bersifat internasional, baik berupa proteksi pinjaman maupun proteksi lainnya. Pemberian proteksi yang dilakukan oleh forum keuangan internasional sanggup bersifat lunak artinya dengan suku bunga yang rendah dan jangka waktu pengembaliannya relatif panjang. Kemudian proteksi internasional juga dilakukan dengan tujuan komersil, yang biasanya dilakukan oleh forum keuangan internasional swasta.

Ada banyak lembaga keuangan internasional. Namun, pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai forum keuangan internasional yang mempunyai efek besar di dunia, yaitu Bank Dunia (World Bank), Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank),  International Monetary Fund (IMF) dan Bank Pembangunan Islam .


Bank Dunia (World Bank)


Bank Dunia yaitu forum keuangan internasional yang didirikan untuk memecahkan masalah-masalah internasional terutama yang berkaitan dengan duduk kasus moneter dan keuangan lainnya. acara utama bank dunia pada waktu itu difokuskan untuk membantu proses rekonstruksi bagi negara-negara yang menderita sebab Perang Dunia II.

Bantuan bank dunia selanjutnya dialihkan kepada pemberian proteksi berupa pinjaman dalam rangka membantu negara-negara berkembang yang menjadi anggota bank dunia. Pinjaman yang didanai oleh bank dunia hanya ditujukan untuk proyek-proyek yang produktif.

Bantuan yang diberikan oleh bank dunia dari tahun ke tahun semakin beragam. Hal ini sesuai pula dengan perkembangan negara-negara di dunia. Dewasa ini jenis proteksi yang didanai oleh bank dunia, mulai dari pembangunan jalan, pembangkit tenaga listrik, pembangunan pelabuhan, telekomunikasi, pengemabangan dunia pendidikan, dan bidang-bidang lainnya sesuai dengan tujuan bank dunia.

Sumber-sumber dana bank dunia diperoleh dari bank dunia sendiri, pemerintah-pemerintah absurd dan modal swasta. Kemudian dana tersebut dikembalikan kepada negara-negara anggota yang membutuhkan dengan risiko dibebankan kepada negara yang bersangkutan.

Asal mula bank dunia yaitu International Bank for Reconstruction and Development (IBRD). IBRD didirikan dalam rangka memecahkan duduk kasus moneter dan duduk kasus keuangan lainnya. Pendirian  bank dunia tahun 1945 ini bersamaan dengan didirikannya International Monetery Fund (IMF). Tujuan berdirinya kedua forum keuangan internasional ini sama, yaitu dalam rangka penyediaan perangkat moneter dan keuangan untuk menuju ke arah kemakmuran dunia. Bank dunia melaksanakan kegiatannya dimulai semenjak tahun 1946.

Bank dunia ketika ini mempunyai keanggotaan yang mencakup keanggotaan :
  1. International Finance Corporation (IFC), acara forum ini dalam rangka memperlihatkan proteksi kepada sektor-sektor swasta di negara-negara berkembang.
  2. International Development Association (IDA), kegiatannya sama dengan IFC, hanya proteksi ditujukan kepada negara-negara miskin dan dengan persyaratan pinjaman yang lebih mudah. IDA juga turut mensponsori acara ICSID (International for the settlement investment development).

Kemudian, persyaratan untuk menjadi anggota bank dunia, terlebih dahulu harus menjadi anggota IMF dan persyaratan lainnya.


masalah keuangan yang bersifat internasional Macam-Macam Lembaga Keuangan Internasional : Bank Dunia, IMF, Bank Pembangunan Asia dan Bank Pembangunan Islam


International Monetary Fund (IMF)


Kelahiran IMF sebagai forum keuangan internasional bersamaan dengan kelahiran bank dunia. IMF lahir sehabis konferensi di Bretton Woods, Amerika Serikat. Konferensi tersebut dihadiri oleh 44 negara. Hasil negosiasi ini merupakan kompromi antara White Plan dengan Keynes Plan sebelumnya.

Struktur organisasi IMF terdiri dari para anggota di mana pemimpinnya dipegang oleh Board of Gevernors, seorang gubernur dan seorang pengganti yang ditunjuk oleh masing-masing anggota. Dewan ini memegang kekuasaan tertinggi dan biasanya melaksanakan pertemuan setahun sekali. Sebagian dari kiprah dan kekuasaan didelegasikan kepada executive directors. Executive directors bertanggung jawab terhadap pekerjaan sehari-hari dan jumlahnya yaitu 12 orang yang dipilih dan diangkat dari anggota IMF.

Tidak semua tugan dan kekuasaan diserahkan kepada executive directors. Kekuasaan dan kiprah yang masih tetap dipegang oleh Board of Governor yaitu sebagai berikut :
  1. Penerimaan anggota IMF yang baru.
  2. Peninjauan kuota masing-masing anggota.
  3. Hak untuk menarik keanggotaan seseorang.

Pendirian International Monetery Fund didasarkan pada beberapa tujuan sebagaimana yang tercantum dalam articles of agreement. Adapun tujuan tersebut yaitu sebagai berikut :
  1. Menjadi tempat secara permanen bagi pertemuan-pertemuan dan negosiasi untuk mencapai kolaborasi internasional dalam bidang keuangan.
  2. Membantu memperluas perdagangan internasional yang seimbang di antara para anggotanya dan membantu perekonomian para anggotanya.
  3. Berusaha meniadakan competitive depresiations dan mengusahakan stable exchange rate.
  4. Menghilangkan exchange restrictions.
  5. Membantu para anggota yang mengalami kesukaran dalam pinjaman luar negeri biar jangan mengambil tindakan-tindakan yang sanggup merugikan negara yang bersangkutan dan negara lainnya. tujuannya yaitu untuk memperlihatkan kepercayaan kepada para anggotanya.
  6. Mengurangi waktu dan besarnya disekuilibrium dalam neraca pembayaran negara-negara anggota International Monetary Fund (IMF).

Kegiatan IMF diutamakan untuk membantu negara-negara anggotanya melalui bank sentral masing-masing anggota IMF. Keanggotaan IMF mengucurkan dana proteksi berupa kredit melalui bank sentral mengingat bank sentral memegang peranan penting dan pengambil kebijakan keuangan tertinggi di negaranya.

Sumber pendanaan IMF berasal dari sumbangan para anggotanya yang dikenal dengan Quota. Sumber ini sanggup berupa emas atau valuta masing-masing anggota. Besarnya Quota dihitung menurut mata uang US Dolar.

Selanjutnya Quota ditinjau setiap 5 tahun sekali dan diubahsuaikan dengan kebutuhan dari anggota masing-masing serta kebutuhan perdagangan internasional. Di samping itu, para anggota  diwajibkan pula untuk membayar iuran kepada International Monetary Fund (IMF).


Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank)


Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) didirikan dalam rangka memperlihatkan proteksi keuangan kepada negara-negara di Asia. Sebaga salah satu forum keuangan internasional Bank Pembangunan Asia didirikan tahun 1966 sebagai rasa solidaritas bangsa-bangsa di Asia yang sangat memerlukan dana bagi pembangunan negaranya. Tujuan pendirian Bank Pembangunan Asia lebih didasarkan dalam rangka kolaborasi ekonomi dan pembangunan akhir sulitnya memperoleh proteksi dari negara-negara maju.

Tugas Bank Pembangunan Asia yaitu berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara-negara di Benua Asia dan meningkatkan kolaborasi yang lebih dekat di aneka macam bidang dengan sesama anggotanya. Pemberian proteksi kepada anggotanya sanggup berupa proteksi keuangan atau proteksi teknik secara terpola atau sesuai kebutuhan.

Sumber-sumber dana Bank Pembangunan Asia, sebagian besar dari negara-negara Asia. Begitu pula para pimpinannya baik presiden maupun anggota direksi yaitu orang Asia. Selain itu, struktur permodalan Bank Pembangunan Asia juga diperoleh dari luar negara Asia. Saat ini Bank Pembangunan Asia tidak hanya negara-negara di daerah Asia, tetapi sudah mencakup negara non Asia.

Adapun acara Bank Pembangunan Asia / Asian Develompent Bank (ADB) antara lain :
  1. Memberikan proteksi pinjaman untuk aneka macam proyek, baik mata uang lokal maupun mata uang asing.
  2. Memberikan proteksi teknik menyerupai penyediaan jasa konsultasi dan penyediaan jasa tenaga ahli.



Bank Pembangunan Islam


Ide awal pembentukan Bank Islam Internasional guna memayungi sistem keuangan negara-negara Islam di seluruh  dunia yaitu tawaran yang diajukan oleh Mesir pada sidang Menteri Luar Negeri Negara-Negara Islam (OKI) di Karachi, Pakistan bulan Desember tahun 1970. Proposal ini berisi wacana studi pendirian Bank Islam Internasional yang difokuskan untuk perdagangan dan pembangunan (International Islamic Bank for Trade and Development) dan pendirian Federasi Bank Islam (Federation of Islamic Bank).

Proposal ini kemudian dikaji oleh 18 negara Islam. Isi dari tawaran tersebut mengusulkan sistem keuangan yang selama ini didasarkan kepada bunga yang harus diganti dengan sistem kolaborasi dengan denah bagi hasil, baik bagi untung maupun bagi rugi.

Hal-hal yang terkandung dalam usulan tersebut yaitu sebagai berikut :
  1. Mengatur transaksi komersial antarnegara-negara Islam.
  2. Mengatur institusi pembangunan dan investasi.
  3. Merumuskan duduk kasus transfer, kliring serta settlement antar Bank Islam sebagai langkah awal menuju terbentuknya sistem ekonomi Islam yang terpadu.
  4. Membantu mendirikan institusi sejenis Bank Sentral Syariah di negara-negara Islam.
  5. Mendukung upaya bank-bank sentral di negara Islam dalam hal pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang sejalan dengan kerangka kerja Islam.
  6. Mengatur manajemen dan mendayagunakan dana zakat.
  7. Mengatur kelebihan likuiditas bank-bank sentral negara Islam.

Dan diusulkan pula pembentukan badan-badan khusus yang disebut Badan Investasi dan Pembangunan negara-negara Islam. Fungsi tubuh ini yaitu sebagai berikut :
  1. Mengatur investasi modal Islam.
  2. Menyeimbangkan antara investasi dan pembangunan di negara Islam.
  3. Memilih lahan / sektor yang cocok untuk investasi dan mengatur penelitiannya.
  4. Pemberian saran dan proteksi teknis bagi proyek-proyek yang dirancang untuk imvestasi regional di negara-negara Islam.

Kelanjutan tawaran yang ditujukan olem Mesir ini diagendakan pada sidang Menteri Luar Negeri Negara-Negara Islam (OKI) di Benghazi, Libya pada Bulan Maret 1973. Kemudian pada Bulan Juli 1973 negara-negara Islam penghasil minyak yang diwakili oleh komite andal bertemu di Jeddah dalam rangka membicarakan pendirian Bank Islam Internasional. Pada pertemuan kedua, bulan Mein 1974 dibahas rancangan anggaran dasar dan rancangan anggaran rumah tangga.

Akhirnya rancangan pendirian Bank Pembangunan Islam atau Islamic Development Bank (IDB) disetujui pada sidang Menteri Keuangan OKI di Jeddah tahun 1975. Modal dasar pendirian IDB yaitu 2 miliar Dinar Islam atau setara dengan 2 miliar Special Drawing Right (SDR). Keanggotaan IDB seluruhnya yaitu negara-negara yang tergabung dalam OKI.

Saat ini IDB mempunyai jumlah anggota 43 negara yang bertugas memperlihatkan pinjaman bebas bunga untuk proyek infrastruktur dan pembiayaan kepada negara anggota menurut partisipasi modal di negara tersebut.

Demikianlah klarifikasi mengenai macam-macam forum keuangan internasional. Semoga goresan pena ini bermanfaat untuk kita semua. 


Load comments