Wednesday, August 21, 2019

Pengertian Alur, Penokohan Atau Perwatakan Dan Latar Sebagai Unsur Intrinsik Cerpen

Cerpen dibentk dari unsur-unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik cerpen mencakup tokoh, penokohan atau perwatakan, alur, tema, dan amanat. Namun, pada kesempatan ini hanya dijelaskan saja mengenai pengertian alur dan macam-macam alur, pengertian penokohan dan pengertian latar dalam cerpen.


Pengertian alur dalam cerpen


Alur merupakan rangkaian kejadian yang membentuk sebuah cerita. Peristiwa-peristiwa tersebut saling berafiliasi secara runtut sehingga terjalin sebuah kisah yang bulat. Jenis-jenis alur dalam cerpen ialah alur maju atau progresif, alur sorot balik atau regresif, dan alur gabungan.

Alur maju ialah alur yang menceritakan peristiwa-peristiwa dalam cerpen secara kronologis. Cerita diawali dengan tahap pengantar sampai tahap penyelesaian.

Alur sorot balik ialah alur dalam cerpen yang menceritakan peristiwa-peristiwa dalam kisah secara terbalik. Cerita tidak dimulai dari tahap pengantar. Cerita dimulai dari tahap penampilan masalah, puncak keterangan, atau penyelesaian. Alur sorot balik disebut juga alur flash back.

Sedangkan alur gabungan merupakan adonan antara alur maju dengan alur flashback dalam cerpen.

Tahapan alur sebuah kisah dibagi atas beberapa bab menyerupai berikut :
  1. Pengantar, berupa lukisan keadaan yang menuntun pembaca untuk mengikuti jalan cerita.
  2. Penampilan masalah, menceritakan perkara yang dihadapi pelaku dalam kisah cerpen.
  3. Puncak ketegangan, menggambarkan perkara dalam cerpen yang sudah semakin mengkhawatirkan dan semakin gawat.
  4. Ketegangan menurun, yaitu perkara yang ada telah diatasi secara berangsur-angsur.
  5. Penyelesaian, dimana perkara telah diatasi oleh pelaku utama dalam cerpen.

 pada kesempatan ini hanya dijelaskan saja mengenai  Pengertian Alur, Penokohan atau Perwatakan dan Latar sebagai Unsur Intrinsik Cerpen


Pengertian penokohan atau perwatakan cerpen


Penokohan atau perwatakan atau karakterisasi dalam cerpen ialah tunjangan sifat pada pelaku-pelaku dalam cerita. Sifat yang diberikan itu tercermin dalam pikiran dan perbuatan, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu. Sifat inilah yang membedakan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. 

Ada dua macam metode yang dipakai pengarang cerpen untuk menampilkan sifat tokoh, yaitu dengan metode analitik dan metode dramatik.

Dalam metode analitik, pengarang secara pribadi memaparkan sifat tokoh dengan menyebutkan sifat-sifatnya. Misalnya pemarah, penakut, sombong, pemalu dan keras kepala.

Dalam metode dramatik, pengarang secara tidak pribadi menampilkan huruf tokoh dalam cerpennya. Akan tetapi hal itu dilakukan dengan cara penggambaran fisik berupa cara berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut dan lain-lain. Bisa juga dengan cara penggambaran melalui percakapan, baik yang dilakukan oleh tokoh itu sendiri atau tokoh lain. Ataupun melalui teknik reaksi tokoh lain yang berupa pandangan, pendapat, sikap, atau komentar.


Pengertian latar dalam cerpen


Latar memiliki pengertian keterangan, baik mengenai waktu, ruang, maupun suasana terjadinya kejadian atau cerita. Latar berafiliasi dekat dengan pelaku atau tokoh dalam suatu peristiwa. Oleh alasannya ialah itu, latar sangat mendukung jalannya cerita. Latar dalam cerpen terbagi atas latar waktu, latar ruang, dan latar suasana.

Latar waktu ialah keterangan mengenai kapan kejadian dalam cerpen itu terjadi. Misalnya pada pagi hari, siang hari atau malam hari. Latar waktu juga mengacu pada bulan, musim, tahun, atau periode sejarah.

Latar daerah atau ruang ialah latar yang menawarkan daerah suatu kejadian atau kejadian terjadi. Contoh latar daerah antara lain di rumah, di Jakarta, di jalan raya, di dalam pesawat, dan lain-lain.

Latar suasana ialah latar yang menggambarkan suasana kejadian yang terjadi. Suasana yang digambarkan dalam latar suasana cerpen contohnya ialah suasana gembira, sedih, atau romantis.

Cerpen mengandung nilai-nilai yang berkhasiat dan sanggup dijadikan panutan bagi pembacanya. Nilai ialah sifat-sifat dalam cerpen yang sangat penting bagi kemanusiaan atau kehidupan sehari-hari. Contoh nilai yang terkandung dalam cerpen ialah nilai moral, kasih saying, pendidikan, etika, persahabatan, sosial kemasyarakatan, religious, dan kemanusiaan.

Demikianlah klarifikasi mengenai unsur intrinsik cerpen berupa latar, alur, dan penokohan atau perwatakan. Semoga bermanfaat.   

Load comments