Friday, July 12, 2019

Tugas Dan Wewenang Tubuh Wakaf Indonesia Serta Pengelolaan Dan Pengembangan Harta Benda Wakaf

Tugas dan wewenang Badan Wakaf Indonesia


Dalam rangka memajukan dan membuatkan perwakafan nasional, dibuat Badan Wakaf Indonesia. Badan Wakaf Indonesia merupakan forum independen dalam melaksanakan tugasnya. Badan Wakaf Indonesia berkedudukan di ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sanggup membentuk perwakilan di provinsi dan/atau kabupaten/kota sesuai dengan kebutuhan.

Tugas dan wewenang Badan Wakaf Indonesia yaitu sebagai berikut :
  1. Melakukan training terhadap nazir dalam mengelola dan membuatkan harta benda wakaf.
  2. Melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf berskalan nasional dan internasional.
  3. Memberikan persetujuan dan/atau izin atas perubahan peruntukan dan status harta benda wakaf.
  4. Memberhentikan dan mengganti nazir.
  5. Memberikan persetujuan atas penukaran harta benda wakaf.
  6. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dalam penyusunan kebijakan di bidang perwakafan.

Badan Wakaf Indonesia terdiri atas  Badan Pelaksana dan Dewan Pertimbangan. Badan Pelaksana merupakan unsur pelaksana kiprah Badan Wakaf Indonesia, sedangkan Dewan Pertimbangan merupakan unsur pengawas pelaksanaan kiprah Badan Wakaf Indonesia.

Badan Pelaksana dan Dewan Pertimbangan Badan Wakaf Indonesia masing-masing dipimpin oleh satu orang ketua dan dua orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh para anggota. Susunan keanggotaan masing-masing Badan Pelaksana dan Dewan Pertimbangan Badan Wakaf Indonesia ditetapkan oleh para anggota. Jumlah anggota Badan Wakaf Indonesia terdiri dari paling sedikit 20 orang dan paling banyak 30 orang yang berasal dari unsur masyarakat.


 Tugas dan wewenang Badan Wakaf Indonesia Tugas dan Wewenang Badan Wakaf Indonesia serta Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf


Untuk sanggup diangkat menjadi anggota Badan Wakaf Indonesia, setiap anggota harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  1. Warga negara Indonesia
  2. Beragama Islam
  3. Dewasa
  4. Amanah
  5. Mampu secara jasmani dan rohani
  6. Tidak terhalang melaksanakan perbuatan hukum
  7. Memiliki pengetahuan, kemampuan, dan/atau pengalaman di bidang perwakafan dan/atau ekonomi, khususnya di bidang ekonomi syariah.
  8. Mempunyai kesepakatan yang tinggi untuk membuatkan perwakafan nasional.


Pengelolaan dan pengembanga harta benda wakaf


Nazir wajib mengelola dan membuatkan harta benda wakaf sesua dengan fungsi, tujuan dan peruntukannya. Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf oleh nazir dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah dan dilakukan secara produktif. Pengelolaan harta benda wakaf dibutuhkan penjamin, sehingga digunakanlah forum penjamin syariah.

Dalam mengelola dan membuatkan harta benda wakaf, nazir dihentikan melaksanakan perubahan peruntukan harta benda wakaf, kecuali atas dasar izin tertulis dari Badan Wakaf Indonesia. Izin hanya akan sanggup diberikan apabila harta benda wakaf ternyata tidak sanggup dipergunakan sesuai dengan peruntukan yang dinyatakan dalam ikrar wakaf.

Dalam mengelola dan membuatkan harta benda wakaf, nazir sanggup diberhentikan dan diganti dengan nazir lain apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
  1. Meninggal dunia (bagi nazir perorangan).
  2. Bubar atau dibubarkannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (untuk nazir organisasi atau tubuh hukum).
  3. Atas usul sendiri.
  4. Tidak melaksanakan tugasnya sebagai nazir dan/atau melanggar ketentuan larangan dalam pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  5. Dijatuhi eksekusi pidana oleh pengadilan yang telah memiliki kekuatan aturan tetap.

Pemberhentian dan penggantian nazir dilaksanakan oleh Badan Wakaf Indonesia. Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan oleh nazir lain sebab  pemberhentian dan penggantian nazir, dilakukan dengan tetap memperhatikan peruntukan harta benda wakaf yang ditetapkan sesuai fungsi wakaf.

Demikianlah klarifikasi mengenai  tugas dan wewenang Badan Wakaf Indonesia serta pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf. Semoga bermanfaat.  

Load comments