Tumbuhan biji sering kali kita temukan dalam kehidupan di sekitar kita. Contoh flora biji antara lain padi, jagung, kacang, jeruk, durian, dan lain-lain. Mengapa dinamakan flora biji ? hal ini dikarenakan flora ini menghasilkan biji. Biji dipakai untuk berkembang biak. Ciri utama flora biji yakni sudah mempunyai sistem organ bunga.
Tumbuhan biji merupakan flora yang paling tinggi tingkat perkembangannya. Tumbuhan biji mempunyai beberapa sebutan, diantaranya yakni Spermatophyta alasannya yakni berkembang biak dengan biji. Kadang juga disebut Anthophyta alasannya yakni sebagian besar anggotanya mempunyai bunga. Atau sanggup juga disebut Phanerogamae alasannya yakni alat perkembangbiakannya terlihat nyata. Namun, umunya yang ditemukan dala buku-buku pelajaran yakni istilah Spermatophyta untuk menyebutkan flora biji.
Tumbuhan biji mempunyai bagian-bagian utama, antara lain akar, batang, daun sejati, dan bunga.
Berdasarkan fungsinya, organ badan flora biji terdiri atas alat hara dan alat pembiakan. Alat hara terdiri atas akar, batang, dan daun yag berfungsi untuk memenuhi nutrisinya. Alat pembiakan terdiri atas bunga, buah dan biji yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan.
Fungsi akar flora biji (Spermatophyta)
Akar yakni bab paling bawah pada badan tumbuhan. Akar berfungsi untuk mengabsorbsi tanah dan unsur hara serta memperkokoh badan tumbuhan. Pada beberapa tanaman, akar juga berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, contohnya pada singkong, dahlia dan wortel.
Akar mempunyai beberapa bab dan mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Bagian-bagian akar itu antara lain :
- Zona sel matang (daerah diferensiasi). Sel darah ini membentuk jaringan pengangkut, parenkim, dan sklerenkim. Pada zona ini terbentuk bulu akar yang berkhasiat untuk menyerap unsur hara dan air.
- Zona pemanjangan sel. Pada zona ini sel-sel bertambah pajang dan mendorong ujung akar, sehingga ujung akar masuk ke tanah lebih dalam.
- Zona pembelahan sel. Pada kawasan ini terdapat titik tumbuh yang memungkinkan sel-sel membelah dan bertambah banyak sehingga akar bertambah panjang. Pada kawasan ini terdapat tudung akar atau kaliptra.
Fungsi batang flora biji (Spermatophyta)
Batang merupakan bab flora yang berada di atas tanah, yang merupakan lanjutan dari akar. Fungsi batang yakni sebagai tempat tumbuhnya daun, buah, dan bunga.
Pada batang terdapat jaringan pengangkut xilem dan floem. Kedua zat pengangkut ini berfungsi mengangkut zat-zat hara dan zat-zat hasil fotosintesis untuk dieadarakan ke seluruh badan tumbuhan. Selain itu, batang juga berfungsi sebagai tempat menyimpan carangan makanan, contohnya pada tumbuhan tebu dan sagu.
Fungsi daun flora biji (Spermatophyta)
Pada flora biji, daun pada umumnya berwarna hijau alasannya yakni mengandung klorofil. Bentuk daun berupa lembaran pipih dan melebar. Di dalam daun terdapat urat-urat daun yang terbentu dari pembuluh daun.
Daun berfungsi sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis dan pernapasan. Daun terdiri atas tiga jaringan, yaitu epidermis, mesofil, dan jaringan pengangkut.
Pada beberpa tumbuhan, permukaan daunnya terdapat kutikula ata lapisan lilin. Lapisan in dipakai untuk mencegang penguapan air yang berlebihan.
Pada permukaan daun atau epidermis terdapat verbal daun atau stomata yang berfungsi sebagai tempat pertukara gas atau pernapasan pada tumbuhan.
Jaringan mesofil terdiri atas jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Pada jaringan mesofil terdapat kloroplas yang berisi klorofil atau zat hijau daun. Sebagian besar kloroplas berada pada jaringan tiang.
Jaringan pengangkut terdapat pada tulang daun. Jaringan ini merupakan lanjutan dari jaringan pengangkut batang. Jaringan pengangkut ini terdiri atas jaringan xilem dan floem.
Fungsi bunga flora biji (Spermatophyta)
Tumbuhan biji sering juga disebut flora bunga alasannya yakni biji terbentuk di dalam bunga. Bunga
merupakan alat perkembangbiakan pada flora biji. Bunga tersusun atas tangkai bunga, dasar bunga, putik, benarng sari, mahkota bunga, dan kelopak bunga. Bunga menghasilkan biji melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Biji berasal dari bakal biji yang terdapat pada putik.
Berdasarkan letak bakal bijinya, flora biji dibedakan menjadi dua, yaitu flora biji terbuka (Gymnospermae) dan flora biji tertutup (Angiospermae). Contoh flora biji terbuka antara lain yakni pakis haji, pinus, cemara, dan belinjo. Sedangkan pola flora biji tertutup antara lain yakni padi, jagung, salak, rambutan, durian, dan lain-lain.
Demikianlah klarifikasi mengenai fungsi akar, batang, dan daun sebagai organ pada tumbuhan biji atau Spermatophyta. Semoga bermanfaat.