Seluruh rakyat Indonesia harus sadar akan tanggung jawabnya, sadar akan hak dan kewajibannya, serta secara sadar akan peranannya sebagai insan yang sanggup berpartisipasi dalam pembangunan. Kesadaran ini perlu dibina secara dini, dikembangkan pada setiap kehidupan, baik di lingkungan kehidupan pendidikan, pekerjaan, maupun lingkungan pemukiman. Dalam hal memasyarakatkan hak dan kewajiban warga negara sebagai bentuk upaya bela negara diselenggarakan pendidikan pendahuluan bela negara.
Pendidikan pendahuluan bela negara bukan pendidikan kemiliteran, melainkan merupakan penanaman jiwa dan semangat nasional, penanaman jiwa patriotik, serta penanaman jiwa militansi bagi pembangunan bangsa. Pembangunan bangsa yaitu usaha sadar yang dilakukan oleh seluruh bangsa guna meningkatkan taraf hidup bangsa pada taraf yang lebih tinggi, lebih makmur, lebih sentosa, lebih sejahtra dan lebih aman.
Pendidikan pendahuluan bela negara sebagai sebagai wahana perekat bangsa yang bertujuan meniadakan segala bentuk ancaman, mencegah disintegrasi bangsa, dan menumbuhkembangkan jati diri bangsa Indonesia yang mempunyai martabat, kecintaan kepada tanah air, serta kerelaan berkorban untuk negara.
Selain itu, warga negara juga juga perlu mempunyai disiplin, ulet, dan menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, percaya akan kemampuan sendiri, serta mempunyai jiwa dan semangat pantang mengalah dalam menghadapi segala kesulitan untuk mencapai impian usaha bangsa.
Setiap bangsa dan negara di dunia ini senantiasa berusaha untuk mewujudkan impian dan kepentingan nasionalnya. Demikian juga dengan Bangsa Indonesia. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat, tujuan bangsa Indonesia yaitu membentuk suatu pemerintahan negara untuk melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melakukan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.
Guna menjamin tetap tegaknya NKRI dan kelangsungan hidup bangsa dan negara, sumber daya insan menjadi titik sentral yang perlu dibina dan dikembangkan sebagai potensi bangsa yang bisa melakukan pembangunan maupun mengatasi segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Salah satu upaya pelatihan potensi sumber daya insan biar bisa menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara sanggup dilakukan melalui pembelaan negara.
Dalam mempertahankan tetap tegaknya negara Indonesia, kita perlu mengetahui wacana wawasan kebangsaan. Konsep wawasan kebangsaan telah mengalami banyak perubahan. Lebih dari itu, banyak sekali perkembangan dalam bidang teknologi, kependudukan, dan peradaban telah menyebabkan munculnya masyarakat global yang ditandai oleh banyak sekali macam budaya dalam semua aspek kehidupan. Hal ini menciptakan kita akan menghadapi sekurang-kurangnya tiga tantangan utama sebagai berikut :
- Keharusan Indonesia untuk bisa mengikuti dinamika dan kemajuan bangsa laidi wilayah Asia Pasifik, padahal bangsa ini sedang dalam perkembangannya yang amat dinamis.
- Kemampuan untuk mengambil manfaat sebaik-baiknya dari potensi kekayaan alam yang terdapat di wilayah nasional bagi kepentingan rakyat Indonesia umumnya
- Pertambahan penduduk yang terus berjalan dengan cukup cepat. Salah satu jawaban dari adanya pertambahan penduduk itu yaitu peningkatan angkatan kerja yang besar.
Ketiga tantangan tersebut mempunyai hubungan satu sama lain yang saling mempengaruhi. Ketidakmampuan Indonesia untuk mengikuti dinamika dan kemajuan bangsa lain akan besar lengan berkuasa amat besar pada kondisi dalam negeri, sedangkan bangsa lain yang lebih bisa dan dinamis akan mengambil manfaatnya.
Akibatnya, kita harus hidup dalam alam yang rusak bahkan akan mengalami sejarah penjajahan kembali, sekalipun dalam bentuk lain. Akibat ketidakmampuan untuk mengimbangi peningkatan angkatan kerja dengan penciptaan kesempatan kerja, kita dihadapkan pada pengangguran yang tidak kecil. Gejolak sosial ini akan mempengaruhi keadaan politik dan keamanan.
Melihat perkembangan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara bakir balig cukup akal ini, rasanya cukup berat melihat beban negara ini dalam menghadapi persoalan, baik menyangkut bidang politik, ekonomi, mapun berdasarkan aspek sosial lain. Terlebih dalam menghadapi banyak sekali bentuk tantangan dan bahaya terhadap keutuhan wilayah kedaulatan negara.
Memang, pada mulanya masih atau hanya bersifat fisik, tetapi pada dikala ini sudah menjelma sifat multidimensi yang bersumber dari permasalah ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, agama, maupun keamanan yang banyak kaitannya dengan kejahatan internasional.
Kejahatan internasional itu menyerupai terorisme, narkoba, imigran gelap, dan pencurian sumber daya alam. Di sisi lain jawaban dari banyak sekali faktor menyebabkan adanya kecenderungan masyarakat kita akan menipisnya rasa cita tanah air, menurunnya jiwa patriotism dan nasionalisme, serta rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Nah, salah satu cara untuk mengatasi duduk kasus bangsa tersebut yaitu dengan membangkitkan kembali kesadaran kita pada semangat persatuan bangsa, nasionalisme, maupun patriotism melalui upaya bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Adapun cara yang kita lakukan sebagai wujud pelaksanaan hak dan kewajiban kita dalam upaya bela negara yaitu sebagai berikut :
- Menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak.
- Menanamkan kecintaan terhadap tanah air melalui dedikasi yang nrimo kepada masyarakat.
- Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata.
- Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum.
- Menjunjung tinggi hak asasi manusia.
- Meningkatkan mental spiritual biar sanggup menangkal efek budaya absurd yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.